News - Polres Metro Jakarta Selatan menuturkan Brigadir RA sebelum melakukan aksi bunuh diri di kawasan Mampang, Jakarta Selatan sempat mengantarkan pemilik rumah, D. Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV yang diputar pihak kepolisian.

Perwakilan Laboratorium Siber Polri Ipda Saji, menuturkan saat tiba di depan gerbang rumah dan membunyikan klakson, seorang laki-laki menggunakan kaos merah membuka gerbang.

Saji menjelaskan, terdapat enam titik kamera yang diambil dalam perunutan waktu kejadian. Mulai dari mobil datang dan sempat membunyikan klakson pukul 16.20 WIB.

"Kemudian 16.21.04 mobil masuk dan melintas ke area lima," tutur Saji dalam konferensi pers, Senin (29/4/2024).

Saji menjelaskan setelah itu mobil berhenti di depan pelataran rumah dan menurunkan seorang perempuan, anak laki-laki, perempuan diduga asisten, dan ada pria berbaju hijau army yang menunggu di depan mobil. Setelah semua turun, Brigadir RA menutup pintu dan pelan-pelan mundur ke arah parkir mobil.

"Pukul 16.24.45 terjadi suara letusan atau letupan yang sudah kami lakukan analisis terhadap voice splint-nya atauface recognition itu. Disable probabilitas-nya ada suara letusan atau letupan," ucap Saji.

Setelah itu, kata Saji rem mobil yang sempat menyala karena diinjak berhenti dan mobil menabrak kendaraan putih lainnya yang terparkir di halaman. Kemudian, seorang penjaga rumah yang menghampiri kendaraan Alphard hitam tersebut dan berlari setelah melihat ke arah Brigadir RA di kursi penumpang.

Penghuni rumah lainnya kemudian berlarian menghampiri mobil Alphard itu, termasuk seorang perempuan pemilik rumah dan istrinya. Teriakan histeris pun mulai terjadi dari perempuan pemilik rumah.

Diketahui, dalam kasus ini Brigadir RA bunuh diri di rumah salah seorang berinisial D. Dia menembakan diri dengan senpi jenis HS kaliber 9 mm.

Polisi menyatakan menghentikan kasus tersebut karena bukti bunuh diri sudah jelas. Tetapi, motif dari Brigadir RA bunuh diri sendiri diklaim masih terus didalami.