News - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, bakal mengumumkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat atau Minyakita dari sebelumnya Rp14.000 per liter menjadi kisaran Rp15.500 hingga Rp16.000.

Hal tersebut ia ungkapkan usai rapat bersama tim kajian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. “Mudah-mudahan Minggu depan sudah jadi. Saya usulkan Rp15.500, tapi tim kajian mengatakan Rp16.000 gitu ya, mungkin ambil jalan tengah Rp15.700,” ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (21/6/2024).

Seperti diketahui, Zulkifli sempat mengatakan dirinya bersama jajarannya akan menggelar rapat pada Rabu (19/6/2024) untuk membahas rencana kenaikan harga Minyakita yang semula Rp14.000 per liter menjadi Rp15.500 per liter.

Dalam rapat tersebut, dia menegaskan harga Minyakita sudah layak dinaikkan seiring harga bahan pokok seperti beras yang memang sudah mengalami kenaikan HET.

“Saya mau usul, kami nanti kita bicarakan dulu kalau memang sudah disepakati saya mengusulkan naiknya Rp1.500 karena sekarang di pasar juga memang beras saja dari Rp10.900 jadi Rp12.500,” kata Zulhas dalam acara ‘Penyerahan Daging Kurban Kementerian Perdagangan’ di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu lalu.

Lebih lanjut, kenaikan harga ini juga didorong karena faktor pelemahan rupiah yang saat ini sudah di level melebihi Rp16.400 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Karena disesuaikan juga, dulu kan rupiah Rp14.500, sekarang sudah Rp16.000 nanti khawatir kalau enggak disesuaikan ekspornya jauh beda angkanya nanti kita kurang lagi,” ujar dia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Isy Karim, turut berkomentar terkait usulan kenaikan harga Minyakita sebesar Rp1.500 per liter. Menurut dia, kenaikan ini telah mempertimbangkan beberapa komponen pembentuk harga minyak, seperti harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah serta bahan bakar dan juga daya beli masyarakat.

Isy mengakui salah satu komponen pembentuk harga Minyakita yang paling dominan adalah harga CPO. Di pasar domestik, kini CPO dihargai senilai Rp12.200–Rp12.400 per kilogram, lebih rendah dari harga di 2022 yang sebesar Rp12.800.