News - Nilai investasi perusahaan layanan jasa internet milik Elon Musk, Starlink di Indonesia jauh dari harapan. Berdasarkan data Online Single Submission (OSS) di Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi anak usaha dari SpaceX ini diketahui hanya sebesar Rp30 miliar saja. Dengan nilai investasi itu, Starlink hanya memiliki tiga karyawan yang berkantor di Tanah Air.

“Investasinya Rp30 miliar. Tenaga kerja tiga orang yang terdaftar,” kata Bahlil dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Besaran investasi yang ditanamkan Starlink tidak berbanding lurus dengan semangat pemerintah di awal yang bersikukuh melobi Elon Musk untuk berinvestasi di dalam negeri. Pada Mei 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri bertandang ke kantor SpaceX di sela kunjungannya ke Amerika Serikat.

Saat itu, Kepala Negara datang untuk kembali menanyakan tindak lanjut komitmen yang dibuat oleh Elon Musk dengan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Tindak lanjut dimaksud tersebut adalah komitmen mengenai investasi, teknologi, dan inovasi.

"Dan sekarang saya ke sini dan bertemu langsung dengan Elon untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang," ujar Jokowi saat bertemu Elon Musk.

Luhut Elon Musk

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama CEO Tesla Inc. Elon Musk. ANTARA/Instagram @luhut.pandjaitan

Setelah pertemuan Jokowi dengan Elon Musk pada 2022 lalu, pemerintah kemudian memberikan ‘karpet merah’ kepada Elon Musk, melalui Starlink. Sebelum peluncuran Starlink pada 22 Mei 2024, di Bali, Elon Musk bahkan diberi panggung khusus saat pelaksanaan pembukaan World Water Forum yang mana lazimnya hanya diberikan kepada tokoh selevel Kepala Negara atau pemerintahan.

Di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Bali itu, lagi-lagi Jokowi melobi Elon Musk untuk membuka investasi perusahaannya seperti SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring di Indonesia. Jokowi menyebut, Indonesia saat ini sedang menjalani percepatan transformasi digital nasional dan membuka banyak potensi investasi di sektor infrastruktur, teknologi pemerintahan, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

"Oleh karena itu, kami mengapresiasi dan terus mendorong pengembangan investasi perusahaan SpaceX, Tesla, Neuralink, dan Boring di Indonesia,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap Starlink dapat bersinergi dengan penyedia internet di Indonesia. Tujuannya untuk menyediakan akses internet yang terjangkau, mengutamakan perlindungan konsumen, memberikan harga yang lebih murah untuk penggunaan layanan publik termasuk di puskesmas hingga sekolah terpencil di Indonesia.

Setelah menyampaikan permintaan itu ke Elon Musk, Jokowi tiba-tiba urung ikut meresmikan layanan StarLink-nya di saat-saat terakhir. Elon Musk hanya ditemani para pembantu Jokowi.

“Berbagai upaya lobby yang coba dilakukan sebelumnya (dan nyaris tidak berhasil) sampai saat foto kemarin peresmian tidak ada Jokowi, setidaknya sudah merepresentasikan hal tersebut,” ujar Pakar Telematika dan Multimedia, Roy Suryo kepada Tirto, Rabu (12/6/2024).

Roy Suryo menilai investasi Rp30 miliar tersebut tidak sebanding dengan karpet merah yang sudah pemerintah gelar untuk Elon Musk. Belum lagi, kemudahan-kemudahan hukum dan teknis yang sudah terlanjur diberikan buat Starlink.

"Ini namanya kita kena prank dari Elon Musk dong kalau -hanya- sekecil itu investasinya," kata Roy.