News - Hari masih pagi ketika saya menginjakkan kaki di Gedung Nobel House, kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Waktu baru menunjukkan jam 09.22 WIB, Jumat (3/5/2019).

Sesampainya di kawasan perkantoran mewah tersebut, saya langsung naik menuju lantai 32, tempat salah satu kantor cabang Rabobank berada.

Di Gedung Nobel House, Rabobank Indonesia menempati dua lantai yaitu di lantai 31 dan 32. Lantai 31 merupakan kantor pusat Rabobank Indonesia, sementara lantai 32 merupakan kantor cabang.

Kantor cabang itu tidak lah begitu besar, namun bernuansa bersih dan segar. Saat itu, hanya ada dua orang teller dari sekira 4 meja teller yang tersedia. Lainnya bertuliskan closed.

Tampak pula pemandangan dua pasang meja dan kursi sebagaimana tempat customer service berada, tapi hanya ditempati satu orang saja. Sepasang meja dan kursi lainnya dibiarkan kosong.

Lainnya, ada seorang penjaga keamanan yang menemani tiga orang perempuan garda terdepan industri perbankan itu.

Salah seorang teller dengan ramah menyambut dan membantu saya. Sayang, transaksi penukaran valuta asing yang ingin saya lakukan tidak bisa diproses di Rabobank. Ini karena, saya bukan merupakan nasabah pemilik rekening Rabobank Indonesia. Rupanya, transaksi penukaran valuta asing hanya tersedia bagi nasabah pemilik rekening bank asal negeri kincir angin itu.

Selain saya, hanya ada satu orang nasabah lain pagi tadi. Seorang pria paruh baya dengan perawakan tegap, yang saya taksir usianya sekira 50 tahunan. Saya berkesempatan sedikit berbincang dengan pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Menurutnya, Rabobank masih melayani nasabah seperti biasa saat ini meski operasional bisnis bank itu di Indonesia menjelang berakhir. “Sebagai nasabah, kalau ada bank yang tutup begini pasti merasa kehilangan,” ungkapnya.

Saya pun menjumpai salah satu karyawan Rabobank di dalam lift saat menuju lantai 31 tempat kantor pusat Rabobank Indonesia berada. Dalam kesempatan itu, saya menanyakan perihal akan ditutupnya operasional bisnis perusahaan. Menurutnya, seluruh nasabah bisa menghubungi call center yang disediakan terkait akan ditutupnya operasional bisnis Rabobank di Indonesia.

“Untuk masalah itu bisa hubungi call center saja, akan dijelaskan semua,” ucap pria paruh baya berkaos putih yang melilitkan name-tag karyawan Rabobank di pergelangan tangannya.

Tak banyak orang dan aktivitas terlihat di kantor cabang Rabobank pagi tadi. Tak banyak pula yang memberikan keterangan perihal jelang hengkangnya Rabobank dari Tanah Air.

Tapi yang pasti, dalam surat yang ditujukan kepada nasabahnya tertanggal 22 April 2019 lalu, manajemen Rabobank menegaskan penghentian operasional akan dilakukan secara bertahap.

Presiden Direktur Rabobank Indonesia, Jos Luhukay dalam suratnya mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan keputusan sulit namun merupakan bagian dari strategi global Rabobank Group terkait dengan visi Banking for Food yang berfokus pada rantai pasokan internasional untuk sektor pangan dan agrikultur.

“Dengan berat hati kami sampaikan bahwa pemegang saham pengendali telah memutuskan untuk menghentikan operasional Rabobank Indonesia. Kami berkomitmen untuk menjalankan keputusan dari seluruh pemegang saham dengan sebaik mungkin dan memastikan proses pengembalian izin perbankan dan izin usaha kepada otoritas terkait berjalan dengan baik, lancar, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia,” tulis Jos Luhukay.

Tahapan pertama, pengentian operasional Rabobank di Indonesia dilakukan dengan menutup kantor cabang perusahaan. Saat ini, surat permohonan izin penutupan kantor cabang sudah disampaikan Rabobank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tahapan berikutnya, Rabobank Indonesia akan secara bertahap mengurangi layanan produk dan jasa perbankan yang selama ini diberikan kepada nasabah.

“Pemberitahuan lebih rinci akan disampaikan dalam surat terpisah. Terkait dengan layanan safe deposit box yang juga akan dihentikan, surat ini berfungsi sebagai pemberitahuan awal tiga bulan sebelumnya terhadap penghentian layanan tersebut,” tulis surat yang juga ditandatangi oleh Sheky Lemasoa, Business Banking Director Rabobank Indonesia.

Dalam situs resminya, disebutkan Rabobank Indonesia mulai beroperasi pada tahun 1990 dengan memberikan layanan perbankan korporasi. Rabobank Indonesia adalah anak perusahaan Rabobank Group yang berpusat di Utrecht, Belanda. Sebagai anak perusahaan Rabobank Group, fokus Rabobank Indonesia ialah di pembiayaan sektor pangan dan agribisnis.