News - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) menetapkan Simon Aloysius Mantiri sebagai Komisaris Utama Pertamina. Simon Aloysius Mantiri menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengundurkan diri pada Jumat, 2 Februari 2024 lalu.

RUPS PT Pertamina (Persero) dilaksanakan hari ini, Senin (10/6/2024). Kementerian BUMN selaku pemegang saham memutuskan untuk melakukan perubahan pada susunan Dewan Komisaris Pertamina.

Selain Simon Aloysius Mantiri, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri), Condro Kirono, juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen Pertamina.

"Pemegang Saham telah menunjuk Bapak Simon Aloysius Mantiri sebagai Komisaris Utama Pertamina, serta menugaskan Bapak Condro Kirono sebagai Komisaris Independen Pertamina," bunyi keputusan RUPS Pertamina dalam keterangan resmi, Senin (10/6/2024).

Sesuai hasil RUPS, maka susunan Dewan Komisaris Pertamina adalah sebagai berikut:

1. Komisaris Utama dan Independen: Simon Aloysius Mantiri

2. Komisaris Independen: Condro Kirono

3. Komisaris: Heru Pambudi

4. Komisaris: Letjen TNI (Mar) (Purn) Bambang Suswantono,S.H., M.H., M.Tr. (Han)

5. Komisaris Independen: Alexander Lay

6. Komisaris Independen: Ahmad Fikri Assegaf

7. Komisaris Independen: Iggi H. Achsien

SITUASI KAMTIBMAS JAWA TENGAH

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyampaikan pemaparan tentang situasi kamtibmas di wilayah Jateng sepanjang tahun 2017 di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/12/2017). ANTARA FOTO/R. Rekotomo

Simon Aloysius Mantiri dan Condro Kirono diketahui memiliki peran penting dalam kampanye pemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Simon merupakan Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, sementara Condro Kirono adalah Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran.

Simon Aloysius Mantiri diketahui juga berposisi sebagai Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, partai yang dipimpin Prabowo Subianto.

Simon juga diketahui berbisnis menjabat Direktur PT Nusantara Energi Indonesia (NEI).

NEI sendiri didirikan pada 2012, yakni perusahaan investasi yang berbasis di Jakarta. Portofolio NEI mencakup spektrum industri yang luas seperti jasa pertambangan, transportasi laut curah, konstruksi, energi terbarukan, dan pasokan tenaga kerja.