News - Energi merupakan dimensi tak terpisahkan dalam setiap kehidupan yang mewujud dalam kemampuan suatu objek untuk melakukan usaha.

Dalam pengertian sederhana, energi dapat diartikan sebagai potensi suatu benda untuk menghasilkan gaya yang dapat menghasilkan kerja.

Salah satu bentuk energi adalah energi kimia. Dikutip dari Modul Pendidikan Profesi Guru Ilmu Pengetahuan Alam oleh Nana Djumhana, dijelaskan bahwa energi kimia adalah kekuatan yang tersimpan dalam bentuk ikatan antar atom atau senyawa.

Ketika reaksi kimia terjadi, energi dapat dilepaskan dalam bentuk panas atau listrik, menjadikan energi kimia sebagai konsep yang vital dalam perubahan zat. Besarnya energi yang dihasilkan bergantung pada jenis, jumlah pereaksi, serta kondisi suhu dan tekanan.

Secara lebih sederhana, energi kimia merupakan potensi yang ada dalam hubungan molekul-molekul yang dapat memicu perubahan dan menghasilkan daya yang bermanfaat. Lantas apa saja macam-macam energi kimia?

Macam-Macam Energi Kimia

Energi kimia merupakan kekuatan yang muncul dari senyawa kimia yang stabil hasil dari interaksi antar-elektron pada tingkat atom atau molekul.

Selaras dengan hal tersebut, dirangkum dari Modul Energi dan Perubahannya (2012) oleh Kandi dan Yamin Wibowo, berikut ini macam-macam energi kimia.

1. Energi kimia menjadi energi listrik

Energi kimia memiliki kemampuan untuk bermetamorfosis menjadi energi listrik melalui proses elektrokimia, seperti yang terjadi pada baterai. Dalam sel baterai, reaksi kimia antara bahan-bahan di dalamnya menghasilkan arus listrik yang dapat digunakan sebagai sumber daya untuk berbagai perangkat elektronik.

2. Energi kimia menjadi energi panas

Reaksi kimia tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga mampu mengubah dirinya menjadi energi panas. Contohnya terlihat dalam proses pembakaran bahan bakar, di mana reaksi kimia menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kendaraan. Dengan demikian, energi kimia yang dilepaskan saat pembakaran menjadi daya penggerak yang vital dalam berbagai sektor transportasi.

Contoh Energi Kimia

Energi kimia mengungkap keberagaman dalam berbagai bentuk, termasuk sebagai bahan bakar yang kita gunakan sehari-hari dan dalam proses-proses biologis yang mendukung kehidupan. Dikutip dari situs sciencenotes.org, berikut adalah beberapa contoh konkret dari energi kimia.

Dalam kategori bahan bakar, energi kimia hadir dalam berbagai material yang kita gunakan sehari-hari. Selain bahan bakar, energi kimia juga dapat diaplikasikan dalam berbagai hal yang menghasilkan manfaat berbeda-beda. Berikut ini penjelasan singkatnya.

a. Batu bara

Melalui reaksi pembakaran batu bara, energi kimia diubah menjadi cahaya dan panas. Batu bara menjadi salah satu sumber utama energi di dunia.

b. Kayu

Saat kayu terbakar, energi kimia dalam kayu berubah menjadi cahaya dan panas. Proses ini telah menjadi cara tradisional untuk menghasilkan energi panas.

c. Petroleum (minyak bumi)

Pembakaran minyak bumi melepaskan energi kimia dalam bentuk cahaya dan panas. Selain itu, minyak bumi dapat diubah menjadi energi kimia lain, seperti bensin yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

d. Baterai

Sebagai penyimpan energi kimia, baterai berperan sebagai solusi portabel yang dapat mengubah energi kimia menjadi listrik sesuai kebutuhan pengguna.

e. Biomassa

Ketika biomassa terbakar, energi kimia dalam material organik ini diubah menjadi cahaya dan panas. Proses ini umumnya digunakan untuk pemanasan dan pembangkit listrik.

f. Gas alam

Pembakaran gas alam adalah contoh transformasi energi kimia menjadi cahaya dan panas, memainkan peran krusial dalam pembangkit listrik dan penggunaan sehari-hari.

g. Pencernaan makanan

Proses pencernaan makanan merupakan perubahan energi kimia menjadi bentuk energi lain yang vital bagi keseharian manusia.

h. Fotosintesis

Dalam proses fotosintesis terjadi transformasi energi cahaya dari matahari menjadi energi kimia, yaitu glukosa.

i. Air bags (bantal udara)

Bantal udara mengandung senyawa natrium azida yang terbakar, mengubah energi kimia menjadi energi kinetik dalam situasi kecelakaan.

j. Cold packs atau pendingin dan hot packs atau pemanas

Proses kimia dalam perlengkapan pendingin menyerap energi kimia lantas memberikan efek dingin. Sementara itu, reaksi kimia dalam pemanas menghasilkan panas atau energi termal untuk digunakan dalam terapi atau kondisi tertentu.

k. Propane (propana)

Pembakaran propana menciptakan panas dan cahaya, sering digunakan dalam aplikasi pemanasan dan masak.

l. Gasoline (bensin)

Bensin, sebagai bentuk energi kimia, terbakar untuk menggerakkan kendaraan, mengubah energi kimia menjadi energi kinetik.