News - Partai Golkar cenderung mendorong Ridwan Kamil (RK) maju di Pilkada Jawa Barat ketimbang DKI Jakarta. Partai yang dinahkodai Airlangga Hartarto itu mempertimbangkan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Ridwan Kamil di atas 50 persen.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, mengatakan Gerindra yang sedari awal kukuh mendorong Ridwan Kamil maju di Pilkada Jakarta mengaku tak bisa memaksa Golkar.

"Silahkan dipertimbangkan sama teman-teman. Kita, kan, enggak bisa maksa sama. Kalau mereka mau di Jawa Barat ya pasti diputuskan di Jawa Barat oleh mereka," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Gerindra, kata dia, ingin Koalisi Indonesia Maju (KIM), koalisi pengusung dan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, memenangi kontestasi Pilkada di Jabar. Oleh karena itu, kata dia, Gerindra ingin memastikan sosok yang diusung memiliki kans kemenangan.

"Kami pengin sebaiknya di Jawa Barat kita menang, di Jakarta kita menang. Pasti, kan, cari sosok-sosok yang kalau untuk memenangi pertarungan itu elektabilitasnya saat ini sudah cukup terukur," ucap Habiburokhman.

Menurut dia, masih ada waktu dua bulan untuk menentukan figur yang akan diusung di Pilkada Jabar. Ia mengatakan Gerindra akan memprioritaskan figur dari parpol yang tergabung dalam KIM untuk diusung.

Habiburokhman juga optimistis figur yang KIM dorong di Pilkada Jakarta dan Jabar akan menang. Sebab, mereka ingin menyelaraskan antara pimpinan pusat dan kepala daerah dalam sebuah program.

"Kalau bisa dua-duanya kita bisa menang, ya. Kenapa? Karena pentingnya keselarasan antara pemimpin pusat Pak Prabowo ya dengan kepala daerah di daerah-daerah tersebut," tutur Habiburokhman.

Ihwal RK, kata dia, perlu juga ditanyakan kesediaannya apakah mau maju di Jabar atau Jakarta. Begitupun dengan Golkar, sebagai rumah Ridwan Kamil yang menempati jabatan Wakil Ketua Umum.

"Misalnya kita bicara soal Pak RK tentu satu sisi beliau adalah kader partai di Golkar dan beliau sendiri tentu harus di cek dipertanyakan kesediaannya maju ke mana, Apakah ke Jakarta atau ke Jabar," tutup Habiburokhman.