News - Dalam KBBI, ekosistem diartikan sebagai keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi.

Keseimbangan alam dalam ekosistem akan terpelihara jika komposisi dari komponen-komponennya dalam keadaan yang seimbang.

Pada dasarnya, ekosistem di dunia ini ada dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Dijelaskan dalam Buku Tematik Ekosistem dari laman kemendikbud.go.idbahwa ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.

Ekosistem darat misalnya ekosistem hutan, ekosistem padang rumput, ekosistem tundra dan taiga. Sedangkan, ekosistem air misalnya ekosistem air tawar dan ekosistem air asin.

Sementara itu, ekosistem buatan merupakan ekosistem yang diciptakan manusia, misalnya sawah dan bendungan.

Ekosistem air tawar terbagi lagi menjadi ekosistem danau, kolam, dan sungai. Ciri-ciri ekosistem air tawar yakni mendapatkan cukup sinar matahari, dan tumbuhan yang hidup pada ekosistem ini misalnya ganggang.

Ekosistem air asin juga terbagi menjadi ekosistem laut dan terumbu karang. Ada berbagai jenis ikan, kerang, koral, dan makhluk laut lainnya yang hidup pada ekosistem ini. Ada pula berbagai jenis hewan kecil dan tumbuhan alga yang dapat membuat makanannya sendiri.

Jenis Ekosistem Laut dan Contohnya

Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan Provinsi Banten melalui laman dlhk.bantenprov.go.id, menjelaskan empat ekosistem penting pada wilayah pesisir dan laut, di antaranya adalah:

1. Ekosistem Estuaria

Estuaria sering disebut sebagai wilayah pesisir semi tertutup yang memiliki hubungan bebas dengan laut terbuka. Sebagian besar estuari didominasi oleh substrat berlumpur (endapan yang dibawa oleh air tawar dan air laut).

Berdasarkan karakteristik geomorfologi, estuari dapat dikelompokkan menjadi estuari dataran pesisir, di mana pembentukannya terjadi karena kenaikan permukaan air laut yang menggenangi sungai di bagian bawah pantai yang landai.

Misalnya laguna atau teluk semi tertutup yang terbentuk oleh beting pasir yang terletak sejajar dengan garis pantai sehingga menghalangi interaksi langsung dan terbuka dengan perairan laut.

Fjords adalah estuari yang pembentukannya terjadi karena aktivitas glasier dan mengakibatkan tergenangnya lembah es oleh air laut.

2. Ekosistem Mangrove

Ekosistem mangrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.

Mangrove tergantung pada air laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya serta endapan debu dari erosi daerah hulu sebagai bahan pendukung substratnya.

Fungsi Mangrove antara lain sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur serta penangkap sedimen, penghasil sejumlah besar detritus dari daun dan dahannya, daerah pencari makan, daerah pemijahan berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lain, serta sebagai daerah tujuan wisata alam.

3. Ekosistem Padang Lamun

Lamun merupakan istilah untuk rumput laut (seagrass), berbeda dengan rumput laut (seaweed) yang merupakan anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga (ganggang).

Seaweed ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang, sedangkan lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di pantai laut, membentuk ekosistem penting sebagai produsen primer di perairan laut tropis selain fitoplankton.

Fungsi padang lamun yakni sebagai produsen makanan berlimpah bahan organik, daunnya yang tinggi dan banyak sebagai tempat hidup organisme epifit, peredam arus, pengurang erosi dan pengumpul substrat, serta sedimen oleh akarnya serta tempat mencari makan dugong serta sejumlah kecil ikan.

4. Ekosistem Terumbu Karang

Terumbu karang adalah ekosistem di dasar laut yang penghuni utamanya sejenis binatang berongga penghasil kapur dan dikenal dengan nama karang batu (stony coral).

Karang batu yang bentuk koloninya beraneka ragam ini merupakan substrat dasar terumbu karang yang sangat keras dan berfungsi sebagai rumah atau tempat tinggal, tempat berlindung tempat mencari makan untuk berbagai macam jenis biota seperti kerang-kerangan, udang-kepiting, bintang laut, cacing, sponge, ikan dan plankton.

Fungsi dan manfaat terumbu karang antara lain sebagai sumber makanan untuk beberapa jenis ikan, udang, lobster dan ikan, sebagai bahan obat-obatan, bahan budidaya, sarana rekreasi laut, tempat memijah, pengasuhan dan pembesaran mayoritas jenis ikan, penghalang erosi dari gelombang air laut, serta sebagai bahan bangunan.

Saat ini, terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting yang menunjang perekonomian masyarakat di pulau-pulau kecil di Indonesia. Akan tetapi banyak dari aktivitas manusia yang mengancam keberadaan terumbu karang.