News - Kepala Divisi Akuntansi PT Timah periode 2017-2019, Ayup Safe'i, mengatakan bahwa PT Timah pernah melakukan pembelian bijih timah langsung dari masyarakat setempat yang melakukan penambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tanpa melalui perusahaan atau CV yang terafiliasi.
Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan aset yang ada di IUP PT Timah. Kegiatan pengamanan aset tersebut, kata Ayup, dilakukan salah satunya melalui program jemput bola produk Sisa Hasil Pengolahan (SHP).
"Itu di 2017-2018 pertengahan Pak. Ada [pembelian langsung dari masyarakat] Pak," kata Ayup kepada majelis hakim saat menjadi saksi di sidang kasus dugaan korupsi tata kelola timah pada wilayah PT Timah di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2024).
PT Timah, kata Ayup, biasanya hanya membeli bijih timah dan membayarkan dari perusahaan ataupun CV yang terafiliasi. Namun, karena kesulitan mengamankan asetnya, PT Timah secara langsung membeli bijih timah dari masyarakat.
"Ya sepengetahuan saya, Pak, memang timah itu kesusahan, Pak. Kesulitan dalam pengamanan," tutur Ayup.
Dia juga mengatakan bahwa pengamanan aset tersebut merupakan perintah dari Direksi PT Timah yang tertuang dalam Instruksi Direksi Nomor 030 Tahun 2018 yang berlaku sejak 1 Februari 2018.
Selain itu, Ayup juga menyebut bahwa sulitnya PT Timah mengamankan aset diakibatkan dari banyaknya penambang ilegal yang mengeruk timah di wilayah IUP PT Timah. Kemudian, luasnya wilayah IUP PT Timah itu mengakibatkan sulitnya pengawasan terhadap para penambang ilegal masuk ke sana.
Sebagai informasi, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi terkait kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP di PT Timah Tbk tahun 2015-2022, dengan terdakwa Harvey Moeis, yang merupakan perwakilan dari PT Refined Bangka Tin, hari ini.
Saksi yang dihadirkan yaitu Vina Eliani selaku Direkrur Keuangan PT Timah 2022-sekarang, sebelumnya Kepala Divisi Akuntansi 2019-2022 dan Divisi Pengembangan Usaha 2018. Kemudian, Ayup Safe'i yang merupakan Kepala Divisi Akuntasi 2017-2019 PT Timah.
Ada pula Savitri yang merupakan Kepala Divisi Akuntansi PT Timah; Erwan Sudarto, Kepala Bidang Akuntasi PT Timah; dan Mantan Direktur Operasi PT Timah periode tahun 2020-2021, Agung Pratama.
Terkini Lainnya
Artikel Terkait
Eks Dirut Timah Mengaku Kenal Harvey dari Mantan Kapolda Babel
Saksi Akui Pernah Antar Harvey Moeis ke Polda Bangka Belitung
Kejagung Belum Ambil Langkah Lanjutan usai Vonis Toni Tamsil
Penambang Ilegal Bertambah usai PT Timah Sewa Smelter Swasta
Populer
Mahasiswi Untar Diduga Bunuh Diri Loncat dari Gedung Kampus
Kapolres Boyolali Meninggal Dunia usai Alami Kecelakaan
Potret Buram Kondisi Pertanian & Pekerja Tani di Indonesia
Dharma Sebut Pandemi COVID Agenda Asing: Kenapa Bukan Taufik?
Pramono Sebut Jabar Belum Ramah Disabilitas, RK: Saya Minta Maaf
MenPAN-RB Ungkap Update Terbaru Nasib Gaji Tunggal PNS
Srimul: 11 Juta Lapangan Kerja Tercipta di Tengah Isu Banyak PHK
Senjakala Demokrasi di Poco Leok: Jurnalis-Warga Disikat Aparat
Flash News
Pimpinan DPR Masih Dapat Rumah Dinas di Widya Chandra & Kuningan
KPK Tangkap 6 Orang dalam OTT di Kalsel, Uang Rp10 Miliar Disita
Istana Bantah Jokowi Tak Menyalami Try Sutrisno saat HUT TNI
Kemenag Pastikan KUA Tolak Melayani Pernikahan di Bawah Umur
Pramono Janjikan Warga Kedoya Jaminan Kampungnya Tak Digusur
Dasco Ungkap akan Ada Badan Aspirasi Rakyat di DPR RI
Kemenag Belum Diajak Bicara soal Pembentukan Kementerian Haji
Kemenag Pilih Tak Intervensi Pesantren soal Kasus Kekerasan
Hakim PN Semarang Tak Ikut Cuti Bersama Perjuangkan Hak
Gerindra Pastikan Keppres Pemindahan IKN akan Diteken Prabowo
Kemenag akan Gelar Religion Festival di Jiexpo pada 9 Oktober
Minus Rumah Dinas, Tunjangan Anggota DPR Bisa di Atas Rp70 Juta
Program Jaringan Asmara ala Pramono demi Tampung Aspirasi Warga
Soal Kartu Kamu ala RK, Pramono: Sudah Terlalu Banyak Banget
DPR Mengeluh Rumah Dinas Kerap Kemasukan Tikus dan Atap Bocor