News - Sejumlah tokoh dari kalangan politikus yang terlibat dalam pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 mendapat 'hadiah' berupa jabatan empuk dari Menteri BUMN, Erick Thohir. Nama-nama seperti Fuad Bawazier, Grace Natalie, Simon Aloysius Mantiri, dan Siti Nurizka yang notabene berada di barisan 02, kini menghiasi wajah BUMN dan menempati posisi strategis sebagai komisaris.

Erick Thohir menunjuk Fuad Bawazier sebagai Komisaris Utama Holding PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023, Senin (10/6/2024). Fuad sebelumnya merupakan Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.

Tidak sendiri, Fuad Bawazier diangkat bersama dengan Grace Natalie sebagai komisaris. Grace Natalie merupakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI dalam Pilpres 2024 adalah pendukung Prabowo-Gibran.

Erick Thohir juga menunjuk Simon Aloysius Mantiri sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas Polri), Condro Kirono, sebagai Komisaris Independen Pertamina.

Simon dan Condro diketahui memiliki peran penting dalam kampanye pemenangan Prabowo Subianto-Gibran di Pilpres 2024. Simon merupakan Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, sementara Condro Kirono adalah Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran.

Simon juga berposisi sebagai Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, partai yang dipimpin Prabowo Subianto.

Sementara, Siti Nurizka Puteri Jaya, ditunjuk jadi Komisaris Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (10/6/2024). Siti merupakan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra. Di DPP Partai Gerindra, Siti Nurizka pernah menjabat Kepala Hukum Administrasi dan Kepala Pemberdayaan Wanita pada 2015-2020.

Jabatan komisaris ini terbilang penting dalam sebuah perusahaan. Karena posisinya akan mengawasi para petinggi korporasi dengan baik dan benar. Tapi, masuknya sejumlah nama-nama orang dekat Prabowo tentu menimbulkan berbagai spekulasi. Sehingga posisi ini hanya menjadi keranjang bagi para tokoh atau politisi yang dianggap berjasa, termasuk dalam pemenangan Prabowo-Gibran.

“Secara politis mungkin ini strategi ET [Erick Thohir] agar kembali masuk dalam kabinet Prabowo. ET kita tahu belakangan deklarasi mendukung setelah kekecewaannya tidak jadi wapres mendampingi [Prabowo],” ujar Direktur Eksekutif Sinergi BUMN Institute, Achmad Yunus, kepada Tirto, Rabu (12/6/2024).

Terlepas dalam perspektif politik, Yunus sangat menyayangkan ketika komisaris-komisaris ini diisi oleh orang-orang partai. Sebab, kata dia, itu akan mempertontonkan pada publik bagaimana politisasi BUMN itu nyata, yakni pengangkatan komisaris dari partai secara bersamaan.

“Kalau bahasa alm Sugiharto (mantan Menteri BUMN) orang titipan/politik itu ibaratnya cacat lahir,” ujar dia.

Karena menurutnya, sebagus apa pun kompetensinya kalau masuk lewat jalur politik tidak akan bisa melepaskan kepentingan politik di balik kerja-kerjanya di BUMN. Apalagi di era Erick Thohir, menurut Yunus, kinerja pengawasan BUMN masih sangat lemah.

“Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kasus hukum di BUMN yang kemudian dikapitalisasi seolah-olah ET bersih-bersih, padahal itu menunjukkan kinerja pengawasan dari Dewan Komisaris dan Kementerian BUMN yang sangat lemah,” pungkas dia.