News - Nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, belakangan ini rajin nongol di sejumlah hasil survei elektoral bakal calon gubernur Jawa Tengah (Jateng). Tak sekadar nampang, putra bungsu Presiden Jokowi itu juga selalu bertengger di pucuk dalam simulasi nama dan jajak popularitas.

Kendati demikian, sejumlah pihak memandang jalan Kaesang akan penuh sandungan jika betul-betul maju di Pilkada Jateng.

Hasil survei sekilas memang menunjukkan Kaesang unggul di atas kertas. Misalnya, survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia, Minggu (7/7/204), yang menunjukan nama Kaesang selalu ada di posisi pertama dalam simulasi nama potensial bacagub Jateng.

Dalam simulasi 20, 10, 8, hingga 6 nama potensial, nama Kaesang bertengger di urutan satu. Survei ini dilakukan secara tatap muka terhadap 800 responden pada 10-17 Juni 2024.

Dalam simulasi 20 nama, Kaesang memimpin dengan persentase suara 17,7 persen. Di daftar lima besar, ada nama Ahmad Luthfi (15,6 persen), Taj Yasin Maimoen (12,8 persen), Bambang “Pacul” Wuryanto (6 persen), dan Dico Ganinduto (5,6 persen) yang mengekor di belakang Kaesang.

Nama Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi, selalu menempel Kaesang di urutan kedua. Bahkan, bila Kaesang tidak diikutsertakan dalam simulasi 4 nama, Ahmad Luthfi-lah yang bertengger di pucuk.

Hasil survei yang sama juga menunjukkan Kaesang masuk dalam lima besar dalam simulasi top of mind yang bersifat terbuka. Berbeda dari simulasi lainnya, nama Ahmad Luthfi adalah kampiun pertama dalam top of mind warga Jateng. Namun, jika dibandingkan dari segi popularitas, Kaesang masih tetap unggul dengan hasil mencapai hampir 85 persen.

Kaesang cuma kalah dari pesohor Raffi Ahmad yang popularitasnya mencapai 85,5 persen. Namun, Raffi tak masuk hitungan karena dianggap bukan nama yang potensial masuk bursa bakal cagub Jateng. Sementara itu, tingkat popularitas tokoh potensial lainnya masih di bawah 50 persen.

Hasil survei yang tak jauh beda juga sempat dipaparkan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Ahmad Luthfi menduduki posisi pucuk dengan raihan suara 5,2 persen dalam simulasi top of mind. Setelahnya, ada Kaesang Pangarep (2,5 persen) serta Ketua DPD Jateng Partai Gerindra, Sudaryono, di urutan ketiga (2,1 persen).

Namun, saat simulasi enam nama tokoh potensial, Kaesang justru melesat ke urutan pucuk. Kaesang mendapatkan potensi elektabilitas teratas dengan angka 25,6 persen. Setelahnya, ada Ahmad Luthfi (16,1 persen), Taj Yasin (13,4 persen), dan Bambang Pacul (9,7 persen).