News - Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, membuka kans berkoalisi dengan PDIP di Jawa Timur untuk mengusung mantan Ketua PWNU Jawa Timur, Marzuki Mustama, dengan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurut dia, proses politik jelang pilkada di Jawa Timur masih cair dan terbuka untuk berkoalisi dengan pihak manapun.

“Ya bisa saja, ya namanya politik bisa saja,” kata kakak kandung Abdul Muhaimin Iskandari itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).

Saat dikonfirmasi mengenai kans Thoriqul Haq, mantan Bupati Lumajang untuk mendampingi Marzuki, Halim membantahnya. Menurut dia, Thoriqul Haq saat ini fokus dalam proses pencalonan bupati jilid dua di Lumajang.

“Enggak-enggak, dia maju Bupati Lumajang,” kata Halim.

Hingga saat ini, PKB masih dalam proses komunikasi dengan Marzuki Mustama terkait Pilkada Jawa Timur. Namun dia memastikan, jika Marzuki Mustamar akan setuju untuk diusung dalam proses pilkada mendatang.

“Enggak menolak, belum mengatakan iya, tapi tidak menolak,” kata Halim.

Sebelumnya, Halim mengatakan dirinya belum lama ini telah menemui mantan Ketua PWNU Jawa Timur itu pada Kamis, 13 Juni 2024. Halim mengatakan banyak topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut, salah satunya mengenai perkembangan Pilkada Jawa Timur 2024.

“Banyak juga sih yang dibahas,” kata Halim saat dihubungi Tirto, Rabu (19/6/2024).

Halim menegaskan salah satu topik yang paling banyak dibahas dalam pertemuan keduanya adalah mengenai umat. Dia beralasan bahwa tokoh sekaliber Marzuki Mustamar memiliki fokus utama terhadap permasalahan umat walau sudah tak lagi di kepengurusan NU.

“Namanya ketemu tokoh selevel beliau, pasti hal yang banyak menjadi atensi beliau. Utamanya terkait dengan urusan umat,” kata dia.

Secara terpisah, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Anik Maslachah, menjelaskan bahwa proses pembahasan pencalonan gubernur di Jawa Timur masih dalam proses. Anik tak ingin mengaitkan peristiwa pertemuan tersebut sebagai keputusan final PKB terhadap Kiai Marzuki Mustamar.

“Masih on process," kata Anik.