News - Suspensi merupakan komponen dinamis pada kendaraan otomotif, berfungsi menyerap kejutan dan getaran akibat permukaan jalan yang tidak rata sehingga pengendara tetap nyaman. Selain menunjang kemampuan road holding, suspensi berguna untuk menopang beban kendaraan.

Yerry Susatio dan Totok R. Biyanto dalam jurnal berjudul Perancangan Sistem Suspensi Aktif pada Kendaraan Roda Empat Menggunakan Pengendali Jenis Robust Proporsional, Integral dan Derivatif (2006), menjelaskan bahwa suspensi terdiri atas tiga komponen utama yakni pegas, damper (shock absorber), serta lengan-lengan penghubung antara sistem roda dan bodi kendaraan.

Sistem suspensi terdiri atas dua jenis, yakni suspensi konvensional (pasif), semi-aktif, dan elektronik (aktif). Suspensi konvensional, atau juga kerap disebut suspensi manual, jamak dipakai pada awal perkembangan otomotif.

Namun, seiring perkembangan teknologi di bidang otomotif, sistem suspensi elektronik (suspensi aktif) mulai dipergunakan, terutama pada kendaraan-kendaraan mewah.

Sementara itu, suspensi semi-aktif merupakan hasil modifikasi antara suspensi pasif dan komponen aktif. Komponennya terdiri atas pegas dan peredam, tanpa actuator, sama seperti suspensi pasif.

Yang membedakan suspensi semi-aktif dan pasif adalah koefisien peredamnya dapat diatur sesuai keinginan.

Apa Itu Sistem Suspensi Konvensional?

Suspensi konvensional adalah sistem suspensi kendaraan bermotor yang mengandalkan tenaga per atau pegas spiral.

Sistem suspensi konvensional terdiri atas dua komponen utama yakni pegas berbentuk spiral dan peredam. Pada sistem suspensi konvensional, besar konstanta pegas dan peredam adalah tetap.

Suspensi konvensional masih banyak digunakan oleh produsen otomotif, baik motor maupun mobil. Jenis suspensi ini dianggap masih mampu meredam getaran dengan baik tanpa memerlukan energi besar.

Kekurangan sistem suspensi konvensional adalah tidak dapat mengisolasi getaran dengan tenaga berlebih pada kondisi tertentu. Hal itu membuat kualitas kenyamanan pengendara, stabilitas, dan daya pijak kendaraan berkurang.

Selain komponen inti, sistem suspensi konvensional juga memiliki beberapa instrumen pendukung. Beberapa komponen penunjang pada sistem suspensi konvensional mobil meliputi stabilizer, ball joints, upper control arm, rear shackle, front hanger, dan leaf spring.