News - Haid yang berkepanjangan atau menorrhagia adalah kondisi di mana seseorang mengalami pendarahan menstruasi selama lebih dari tujuh hari pada setiap siklusnya.

Menoragia juga dapat dikatakan sebagai kondisi pendarahan menstruasi dalam jumlah banyak dan atau durasi lebih panjang daripada interval haid normal.

Lebih lanjut dijelaskan dalam situs healthline, haid terus menerus atau berkepanjangan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasar. Gejalanya bisa berupa pendarahan yang sangat hebat atau periode yang terlalu lama.

Selain pendarahan berlebihan, seseorang yang mengalami menorrhagia juga mungkin mengalami gejala tambahan seperti nyeri panggul yang parah, kelelahan, lemah, atau pusing akibat anemia.

Menorrhagia dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang karena gejalanya yang mengganggu. Selain itu, jika tidak diatasi, kehilangan darah yang berlebihan dapat menyebabkan anemia sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan masalah kesehatan lainnya.

Penyebab Haid yang Berkepanjangan

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan haid berkepanjangan, termasuk ketidakseimbangan hormon, konsumsi obat-obatan, kehamilan, mioma rahim atau polip, kondisi pendarahan hingga terindikasi kanker.

Dirangkum dari artikel berjudul “What Causes Long Periods and When to Seek Help” (2023) dan “16 Reasons WHy Your Period Is Lasting Longer Than Usual” (2020) dalam situs healthline, berikut ini penjelasan mengenai beberapa penyebab haid berkepanjangan.

1. Perubahan hormon dan ovulasi

Penyebab haid yang berkepanjangan seringkali terkait dengan perubahan hormon dan ovulasi. Ketidakseimbangan hormon dapat terjadi pada berbagai tahap kehidupan, seperti saat pertama kali mengalami menstruasi pada masa pubertas atau saat memasuki perimenopause.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan tiroid atau sindrom ovarium polikistik.

Ketika hormon tidak berada pada tingkat normal atau saat tubuh tidak mengalami ovulasi selama siklus menstruasi, lapisan rahim dapat menjadi sangat tebal.

Ketika lapisan tersebut akhirnya dikeluarkan oleh tubuh, maka bisa mengakibatkan periode menstruasi yang lebih lama dari biasanya.

2. Konsumsi obat-obatan

Mens tidak berhenti juga dapat dapat terjadi karena mengonsumsi obat-obatan tertentu. Penggunaan kontrasepsi, seperti alat kontrasepsi dalam rahim dan pil kontrasepsi; aspirin dan pengencer darah lainnya; serta obat anti-inflamasi termasuk obat-obatan yang dapat menjadi penyebab haid lama.

3. Kehamilan

Meskipun bukan menstruasi sebenarnya, pendarahan vagina yang berkepanjangan mungkin merupakan tanda kehamilan.

Kehamilan yang disertai dengan pendarahan seringkali merupakan kehamilan yang tidak aman atau tidak dapat dipertahankan, seperti kehamilan ektopik atau keguguran. Pendarahan yang berkepanjangan selama kehamilan juga dapat terjadi bila memiliki kondisi seperti plasenta previa.

4. Aborsi

Periode pertama setelah aborsi, baik itu aborsi bedah atau aborsi medis, dapat menjadi penyebab haid berkepanjangan.

Namun, penting untuk dipahami bahwa meskipun mirip dengan menstruasi, pendarahan setelah aborsi berbeda dengan darah menstruasi.

Pendarahan saat aborsi disebabkan oleh pelepasan jaringan dari rahim, bukan proses menstruasi biasa. Adapun setelah aborsi, periode menstruasi dapat menjadi lebih lama atau lebih pendek. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian tubuh ke tingkat hormon yang normal.

5. Mioma rahim atau polip

Mioma rahim dan polip dapat menyebabkan pendarahan yang berkepanjangan, dan kadang-kadang berat. Mioma terjadi ketika jaringan otot mulai tumbuh di dinding rahim.

Sementara itu, polip juga merupakan hasil dari pertumbuhan jaringan yang tidak teratur di dalam rahim dan menyebabkan tumor-tumor kecil tumbuh. Secara umum, baik mioma maupun polip tidak bersifat kanker.

6. Adenomiosis

Adenomiosis adalah jenis penumpukan jaringan lain. Kondisi ini terjadi ketika endometrium atau lapisan rahim menanamkan diri ke dalam otot-otot rahim. Hal ini dapat menyebabkan mens tidak berhenti atau pendarahan hebat.

7. Kondisi tiroid

Penyebab haid berkepanjangan dapat terkait dengan kelenjar tiroid yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Kondisi ini dikenal dengan hipotiroidisme.

Hipotiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang cukup untuk menjaga fungsi tubuh.

8. Obesitas

Berat badan berlebih mungkin menyebabkan menstruasi yang panjang. Hal ini dikarenakan jaringan lemak dapat menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak estrogen. Estrogen berlebih ini dapat menyebabkan perubahan dalam siklus menstruasi.

9. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul (PID) terjadi ketika organ reproduksi terinfeksi oleh bakteri. Selain menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi, PID juga dapat menghasilkan gejala lain seperti keputihan vagina yang tidak normal.

10. Kanker

Haid terus menerus atau menstruasi yang berkepanjangan bisa menjadi tanda kanker pada rahim atau leher rahim. Bagi beberapa wanita, hal ini mungkin dapat menjadi salah satu gejala awal dari salah satu kanker tersebut.

Cara Mengatasi Haid yang Terus Menerus

Untuk mengatasi haid terus menerus atau berkepanjangan, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Namun, yang paling utama, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional.

Masih dalam situs healthline,dijelaskan bahwa saat berkonsultasi, tenaga profesional akan mencari tahu lebih lanjut terkait penyebab haid berkepanjangan. Tenaga profesional akan melakukan pemeriksaan dan diagnosa untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Selanjutnya, dokter atau tenaga profesional akan mengobati penyebab utama dari haid yang berkepanjangan. Misalnya, jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon, dokter mungkin meresepkan kontrasepsi hormonal untuk mengatur siklus menstruasi.

Selain kontrasepsi hormonal, dalam kasus haid berkepanjangan cara mengatasi yang direkomendasikan dokter adalah dengan mengonsumsi obat penghilang nyeri, prosedur bedah atau tindak lanjut medis lainnya. Semua tindakan tersebut akan disesuaikan dengan penyebabnya.