News - Dalam kitab suci agama-agama Abrahamik, penyakit lepra atau kusta beberapa kali disinggung, salah satunya dalam Alkitab. Para penderita lepra kerap digambarkan sebagai gelandangan, miskin, dikucilkan, dan sangat menderita.

Mereka dianggap sebagai golongan sosial paling rendah. Berbagai penolakan membuat mereka banyak yang hidup menggelandang di jalan atau justru hidup bersembunyi. Karena dianggap najis, para Rabbi Yahudi dilarang menyentuh penderita lepra.

Penyakit kusta sempat diangkat dalam beberapa film. Salah satu dalam film yang berkisah tentang kehidupan Judah Ben-Hur, orang Yahudi kaya raya yang hidup semasa dengan Yesus. Ben-Hur ditindas oleh Kekaisaran Romawi hingga terpaksa menjalani bertahun-tahun kehidupannya sebagai budak kapal laut.

Ibu dan adik perempuan Ben-Hur menderita lepra di dalam kurungan penjara bawah tanah Kerajaan Romawi. Karena ngeri melihat kondisi mereka dan khawatir penyakitnya menular ke semua penghuni penjara, para sipir memutuskan untuk melepaskan mereka agar bisa tinggal di sebuah lembah khusus.

Terbatasnya ilmu pengetahuan di bidang medis menjadi salah satu alasan kenapa lepra digambarkan sebagai penyakit yang haram di masa itu. Mereka yang menderita kusta dianggap menyebarkan kutukan iblis, atau justru menjadi jelmaan iblis untuk membawa malapetaka di dunia.

Tradisi mengucilkan penderita kusta telah berlangsung lama. Penyakit ini pertama kali muncul pada 600 SM. Kata "kusta" berasal dari istilah Sansekerta "kushta" yang berarti menggerogoti. Beberapa sumber dari negara lain bahkan menyebut penyakit lepra sudah muncul sejak 2000 tahun SM.