News - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyiapkan anggaran Rp9 triliun untuk keberlanjutan program bantuan pangan beras 10 kilogram hingga Desember 2024.

Anggaran tersebut sudah disesuaikan dengan porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berdasarkan keputusan Menteri Keuangan.

"[Anggaran] dipersiapkan oleh Menteri Keuangan," ucap Arief saat dihubungi Tirto, Minggu (9/6/2024).

Arief menuturkan, bantuan pangan beras disuplai dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini memiliki stok 1,8 juta ton. Dia juga menyebut, stok beras di Perum Bulog selalu dijaga di atas 1 juta ton untuk memastikan program bantuan tersebut aman dijalankan.

"Stok Bulog selalu dijaga di atas 1 juta ton. Saat ini 1,8 juta ton," ujarnya.

Plh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Bapanas, Arifayani, juga sempat melaporkan pihaknya sudah mendatangkan beras impor untuk CBP sebanyak 1,9 juta ton hingga awal Juni 2024.

Cadangan beras tersebut nantinya akan digelontorkan ke masyarakat, termasuk untuk bantuan pangan beras 10 kilogram kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

"Realisasi impor beras umum (CBP) 1,9 juta ton," ucap Arifayani saat dihubungi Tirto, Selasa (4/6/2024).

Dia juga menjelaskan, realisasi penyaluran bantuan pangan tahap 1 saat ini mencapai 99,37 persen. Belum tercapainya hingga 100 persen karena kendala penyaluran di wilayah Papua Pegunungan karena keterbatasan transportasi dan keamanan. Kemudian, Tahap 2 terealisasi sebesar 48,8 persen.

Dengan asumsi CBP saat ini, Arifayani menyampaikan, penyaluran bantuan pangan yang diperpanjang hingga Desember 2024 akan aman. Diproyeksi, hingga akhir tahun stok akhir beras pemerintah tersisa 1 juta ton.

Pemerintah telah memutuskan kontinuitas program bantuan pangan beras pada 2024. Presiden Joko Widodo telah menyetujui dalam rapat internal terbatas di Istana Negara, Senin (3/6/2024), bahwa bantuan tersebut akan digelontorkan hingga Desember 2024.

Bantuan pangan beras didorong sebagai bentuk kehadiran dan perhatian pemerintah untuk menyokong perekonomian pada 22 juta KPM.

Lebih lanjut, bantuan pangan beras juga menjadi penting lantaran harga pangan secara global mulai menunjukkan kenaikan, sehingga pemerintah harus mulai bersiap memitigasi.