News - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan nasib terkait harga bahan bakar minyak (BBM). Dalam pertemuan di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju, Arifin mengaku tak ada bahasan soal BBM.

"Tidak, tadi umum saja, belum dibahas," kata Arifin, Senin (24/6/2024).

Arifin menegaskan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya perihal kenaikan Harga BBM kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia siap apabila diinstruksikan untuk menaikkan harga BBM.

"Tanya Ibu Sri Mulyani, saya kan siap setiap saat," kata dia.

Hingga saat ini, Arifin dan jajaran menteri lainnya belum mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait nasib harga Pertalite maupun Pertamax series.

“Nggak ada arahan (dari Jokowi). Belum, belum. Paling nunggu rapat,” kata dia.

Tidak hanya harga BBM yang akan dilakukan penyesuaian, Arifin juga mengatakan pemerintah belum melakukan pembahasan terkait kelanjutan harga listrik.

“BBM, listrik, sama aja. Belum (rapat), belum,” ucap Arifin.

Untuk diketahui, pemerintah telah menahan kenaikan harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi sejak awal tahun 2024.

Arifin Tasrif dalam pernyataan sebelumnya menjelaskan sikap pemerintah mempertahankan harga BBM untuk tetap stabil hingga Juni 2024, yakni untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi COVID-19. Selain itu kondisi harga minyak dunia yang ikut terpengaruh imbas eskalasi Timur Tengah dan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar.