News - UMKM merupakan pondasi penting perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, Ninja Xpress menghadirkan program Aksilerasi dengan tema “Connect and Grow” untuk membantu UMKM membangun brand dan memperluas jangkauan distribusi produknya, melalui kehadiran reseller.

Reseller merupakan salah satu skema pemasaran produk yang berkembang signifikan di era digital saat ini. Skema ini bisa menjadi peluang bisnis bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka. Sementara bagi produsen, strategi tersebut dapat membantu mempromosikan dan menjual produk kepada konsumen di berbagai wilayah tanpa harus membuka cabang baru.

Meskipun demikian, terdapat tantangan tersendiri ketika menempuh skema ini. Tantangan yang dihadapi oleh para pemilik brand, misalnya menentukan program menguntungkan hingga menemukan reseller yang sesuai dengan karakteristik konsumen.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Ninja Xpress menghadirkan program Aksilerasi secara hybrid dengan mengundang ratusan UKM yang telah mengirimkan barang menggunakan Ninja Xpress sebelumnya untuk mendengar presentasi dari para Brand Owner dan skema reseller yang ditawarkan dalam acara Master Class Aksilerasi.

"Menemukan reseller yang cocok dan menguntungkan bagi bisnis merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) khususnya Brand Owner," ujar Head of Trade Marketing Ninja Xpress, Subarkah Dwipayana, dalam acara Master Class Aksilerasi di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Brand owner dari berbagai lini bisnis yang hadir menjadi pembicara adalah Ujang Burhanudin, pemilik Dimsum Yang, Muhammad Rio Riansyah, owner toko Barokah dan Mahila outfit, hingga Aghnia Eri Hafilah, Jr SPV CRM Digi Herba Nusantara.

Pada sesi pertama Master Class Aksilerasi, Ujang menjelaskan tentang beberapa hal dasar yang perlu dipertimbangkan oleh seorang reseller makanan agar bisnisnya berkembang. Kedua hal itu adalah menentukan lokasi jualan dan memaksimalkan media promosi.

"Cara menentukan lokasi jualan yang bagus adalah pastikan tempat yang dipilih merupakan tempat yang banyak menjual jajanan, trafik bagus, laju kendaraan pelan, pinggir jalan, dekat perumahan, perkantoran, atau kampus," ujar Ujang saat

Adapun media promosi melalui Tiktok, Instagram dan Web juga tidak kalah penting. Dengan adanya paparan dari media sosial, maka akan lebih banyak orang yang tahu tentang produk. Dirinya mengungkapkan, dalam sehari, reseller bisa meraup omzet kisaran Rp600 ribu hingga Rp4 juta.

"Sebuah bisnis tetap ada risiko tetapi itu tergantung dari trik pemasaran hingga konsistensi," ucapnya.

Sementara itu, dari lini bisnis fashion, owner Mahila Outfit, Muhammad Rio Riansyah, menyebutkan untuk meningkatkan penjualan, produsen harus menggunakan material yang bagus dan berkualitas.

"Beberapa motif yang kami gunakan diproses melalui pre order (PO) pabrik sehingga lebih eksklusif. Selain itu, proses produksi melalui QC yang ketat sehingga barang yang dihasilkan berkualitas," urainya.

Kemudian, pembicara ketiga, Aghnia turut menjelaskan langkah yang dilakukan Digiherba Nusantara untuk mengelola dan menjaga reseller. Caranya, dengan memberi beberapa penawaran menarik seperti margin 10 hingga 20 persen, marketing kit sesuai pesanan, subsidi biaya kirim hingga surat resmi.

"Surat resmi tersebut merupakan surat penunjukkan sebagai agen yang berlaku selama satu tahun. Jika dalam 5 bulan tidak restock akan kita follow up," urai Aghnia.

Selain menghadirkan program Aksilerasi, Ninja Xpress juga menawarkan ekosistem yang mampu mempercepat perluasan bisnis, baik UMKM maupun reseller. Trade Marketing Manager Ninja Xpress, Huzdaifah, mengatakan ekosistem tersebut antara lain Ninja Direct, Ninja Fulfillmen, Sellerctaft dan Livechamp.

Hudzaifah menjelaskan, ninjadirect adalah program pengadaan barang yang aman dan percaya. Ninja Xpress akan bantu mencarikan, membeli, hingga proses kirim dari pemasok. Hudzaifah mengeklaim bahwa langkah tersebut lebih murah daripada mencari di marketplace.

Selanjutnya, program Ninja Fulfillmen merupakan program untuk membantu dalam manajemen barang. Barang-barang yang belum dikirim dropship akan disimpan di gudang penyimpangan (warehouse) Ninja Xpress.

Berikutnya, Sellercraft sebagai program untuk membantu reseller dalam mengelola persediaan, sehingga dapat lebih mudah menganalisa permintaan. Terakhir ada Livechamp, di mana Ninja Xpress menyediakan layanan yang menghubungkan reseller dan influncer.