News - Presiden Joko Widodo menganggap nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp16.300 per dolar Amerika Serikat masih dalam angka baik. Menurut Jokowi, situasi global yang tidak menentu memang mengakibatkan nilai tukar mata uang di semua negara mengalami tekanan, termasuk Indonesia.

"Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama, mengalami hal yang sama tertekan oleh yang namanya dolar kursnya," kata Jokowi di acara HUT HIPMI ke-52, Jakarta, Senin (10/6/2024).

"Ya ketidakpastian global sekarang ini memang menghantui semua negara tapi menurut saya kalau masih di angka Rp 16.200-16.300 masih posisi yang baik," tutur Jokowi.

Dalam sambutan, Jokowi menyinggung kembali pentingnya keberlanjutan demi Indonesia Emas 2045. Ia pun mengingatkan bahwa puncak bonus demografi akan terjadi pada 2035-2040. Ia meminta agar kualitas SDM diperhatikan untuk menjadi lompatan menuju Indonesia Maju.

"Kedua, disrupsi teknologi. Harus dilihat betul dampak dan situasi apa yang akan terjadi di negara kita dengan perkembangan AI dan akan menyebabkan apa di negara kita harus betul-betul dilihat dan dicermati jangan sampai keliru mengantisipasi disrupsi teknologi," kata Jokowi.

Jokowi menilai, AI mempengaruhi perubahan geopolitik dunia baik politik maupun ekonomi. Ia meyakini perilaku, selera, tren dan lanskap bisnis akan berubah di masa depan.

Ia mencontohkan keberadaan energi dan pembiayaan hijau akan menjadi perhatian di masa depan. Oleh karena itu, peluang dari green foods dan blue foods harus dimanfaatkan dengan baik.

Terpisah, saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/6/2024), Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia meyakinkan publik bahwa pemerintah akan menangani lonjakan nilai tukar. Ia yakin semua akan dicari mode terbaik untuk kebaikan bangsa.

"Pasti pemerintah sedang melakukan exercise, dalam hal ini menteri keuangan dan gubernur BI. Pasti akan dilakukan exercise agar semuanya bisa ada jalan tengah untuk kebaikan ekonomi bangsa kita," kata Bahlil.