News - Konsumsi kafein kerap dikaitkan dengan beragam risiko yang mengganggu kesehatan. Faktanya, konsumsi kafein secara berlebihan hanya akan menimbulkan gejala-gejala merugikan seperti pusing, jantung berdebar, hingga kesulitan tidur.

Meski demikian, bukan berarti kafein tidak memiliki manfaat sama sekali. Jika dikonsumsi dengan takaran yang wajar, Kafein dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, seperti peningkatan energi hingga metabolisme.

Dalam jumlah tertentu, kafein terbukti aman dikonsumsi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat menetapkan bahwa jumlah kafein yang aman dikonsumsi oleh orang dewasa dalam sehari sebanyak 400 miligram (mg).

Konsumsi kafein dalam takaran wajar dapat memberikan beberapa manfaat yang baik bagi tubuh. Berikut beberapa manfaat dari mengonsumsi kafein untuk kesehatan tubuh:

1. Meningkatkan energi dan focus

2. Meningkatkan metabolisme tubuh

3. Meningkatkan kinerja saat berolahraga

Meski aman dikonsumsi orang dewasa, kafein sebaiknya dihindari oleh anak-anak, remaja, dan orang dengan intoleransi kafein. Selain itu, konsumsi kafein untuk ibu hamil juga perlu diperhatikan. Ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi kafein sekitar 200 mg per hari.

Kebanyakan orang hanya mengetahui sumber kafein dari kopi, nyatanya Anda juga bisa memperoleh manfaat kafein dari beberapa minuman tertentu. Berikut ini adalah contoh minuman yang mengandung kafein selain kopi.

Daftar Minuman Berkafein Selain Kopi

Berikut adalah beberapa minuman berkafein selain kopi:

1.Teh Hijau

Kultur Teh
Ilustrasi. Penyajian teh hijau di Jepang. Tiap-tiap daerah punya kekhasan sendiri dalam menjaga budaya minum tehnya. Foto/iStockphoto

Teh hijau adalah jenis teh yang telah mengalami oksidasi minimal selama pemrosesan. Teh hijau mengandung 18-25 mg kafein berdasarkan studi jurnal Food Science and Technology.

Selain kafein, teh hijau juga mengandung theanine yang dapat mengurangi stres. Teh ini juga mengandung asam amino L-theanine, yang dapat bekerja secara sinergis dengan kafein untuk meningkatkan fungsi otak.

2. Minuman Coklat

Coklat Panas
Minuman coklat panas. foto/istockphoto

Biji kakao dalam minuman cokelat mengandung senyawa kafein alami. Minuman coklat dengan kandungan kakao sebesar 33 persen memiliki kandungan kafein sebesar 45 mg. Coklat juga mengandung flavonoid dan methylxanthines, yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi.

3. Minuman berenergi

Mati Karena Kafein
Ilustrasi kaleng minuman berenergi. Getty Images/iStockphoto

Salah satu minuman yang mengandung kafein tinggi adalah minuman berenergi. Minuman berenergi kerap dikonsumsi untuk meningkatkan stamina dan mengatasi kelelahan.

Kandungan kafein dalam satu kaleng minuman berenergi adalah sekitar 100-300 mg. Jumlah kafein di dalam minuman ini hampir memenuhi kadar kafein yang direkomendasikan untuk dewasa, yaitu 400 mg.

4. Teh Hitam

Teh Hitam
Teh Hitam. foto/istockphoto

Minuman yang mengandung kafein selanjutnya adalah teh hitam. Setiap 240mL teh hitam mengandung sekitar 47 mg kafein. Selain itu, kandungan kafein teh hitam dua kali lipat dari teh hijau.

Teh hitam bermanfaatkan untuk kesehatan jantung, usus, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Maka dari itu, konsumsi teh hijau secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya.

5. Minuman bersoda

Ilustrasi Minuman Bersoda
Ilustrasi Minuman Bersoda. FOTO/iStockphoto

Minuman bersoda atau soft drink juga mengandung kafein yang cukup tinggi dan memiliki efek yang sama dengan kafein pada kopi. Satu kaleng Diet Coke (354 ml) ternyata mengandung sekitar 45 mg kafein.

Berdasarkan jurnal Sleep Health bahwa orang yang mengonsumsi soda berkafein memiliki waktu tidur lebih sedikit jika dibandingkan dengan orang yang jarang mengkonsumsi minuman bersoda.

6. Es krim

Header Advertorial Walls 3
Ilustrasi Es Krim. FOTO/iStockphoto

Es krim rasa cokelat dan kopi ternyata juga mengandung kafein. Kandungan kafein dalam 2 atau 3 cup es krim rasa kopi mencapai 47-49 mg, setara dengan secangkir kopi espresso. Sementara es krim rasa cokelat mengandung sekitar 1,7 mg kafein per cup nya.

7. Bubble Tea

Bubble Tea
Bubble Tea. foto/istockphoto

Sama seperti kopi, bubble tea atau boba juga mengandung kafein. Hanya saja kandungan kafein dalam bubble tea bergantung dengan jumlah teh yang digunakan. Segelas bubble tea dari teh oolong mengandung kafein sebanyak 30-50 mg, sedangkan bubble tea yang terbuat dari teh hitam mengandung kafein sekitar 47 mg.

8. Teh Oolong dan Chamomile

Teh Chamomile
Teh Chamomile. foto/istockphoto

Teh oolong memiliki kandungan kafein tidak terlalu tinggi. Dalam satu cangkir teh oolong (240 ml) mengandung sekitar 37-55 mg kafein. Sementara teh chamomile mengandung kafein meski dalam jumlah kecil. Dalam satu cangkir teh chamomile (240 ml) mengandung sekitar 2 mg kafein

9. Kombucha

Teh Kombucha
Teh Kombucha. foto/IStockphoto

Kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh (terkadang teh hitam) yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan usus. Khususnya, jika kombucha yang Anda minum mengandung kafein, kemungkinan besar kandungannya sangat rendah, sehingga dapat menjadi alternatif yang layak bagi orang-orang yang sensitif terhadap kafein.

Meski demikian, masih diperlukan lebih banyak bukti uji klinis pada manusia, termasuk untuk kesehatan usus, dan untuk menentukan manfaat kombucha bagi kesehatan secara keseluruhan saat ini. Perlu dicatat bahwa ada sejumlah kecil alkohol pula dalam kombucha.

10. Teh Matcha

Matcha Tea
Matcha Tea. foto/Istockphoto

Matcha terbuat dari bubuk daun teh hijau. Seperti kopi, teh ini mengandung kafein untuk menambah semangat di pagi hari, tapi hanya sekitar 70 miligram kafein per cangkir, dibandingkan dengan 100 hingga 120 miligram kafein dalam secangkir kopi pada umumnya.

Teh matcha mengandung asam amino theanine, yang dapat mengurangi kecemasan dan stres, sehingga kecil kemungkinannya untuk membuat gelisah seperti yang dapat ditimbulkan oleh kopi.

11. Teh Spearmint

Ilustrasi Teh Peppermint
Ilustrasi Teh Peppermint. foto/istockphoto

Spearmint adalah spesies tanaman mint yang dapat dikeringkan dan direndam dalam air panas untuk membuat teh bebas kafein. Ekstrak daun ini juga dapat ditambahkan ke makanan atau minuman.

Spearmint mengandung senyawa fenolik kuat yang dapat meningkatkan konsentrasi, mendukung memori jangka pendek otak, serta kemampuan untuk menggunakan dan mengelola informasi (memori kerja), meningkatkan respons inflamasi yang sehat dan melindungi saraf.

12. Smoothie Berry

Ilustrasi Rashberry
Ilustrasi Raspberry. foto/istockphoto

Buah beri berwarna gelap, termasuk stroberi, blueberry, blackberry, dan raspberry, dapat berdampak positif pada kelelahan saat dikonsumsi sebagai smoothie, karena jenis polifenol yang dikenal sebagai flavonoid.

Satu penelitian kecil pada 40 orang dewasa muda yang sehat membandingkan efek smoothie berry campuran dengan minuman lain tanpa berry pada ukuran fungsi kognitif.