News - Pada 7 Oktober biasa diperingati sebagai Trigeminal Neuralgia Awareness Day. Tak banyak orang yang tahu tentang penyakit ini. Padahal, saking hebatnya rasa sakit akibat Trigeminal Neuralgia (TN), penderitanya bisa terdorong untuk bunuh diri.

Kepada BBC, seorang pria bernama Peter Codd bercerita tentang pengalamannya 20 tahun menderita akibat penyakit Trigeminal Neuralgia, yang lazim dikenal sebagai penyakit bunuh diri.

Pria asal Wales, Britania Raya ini mengatakan bahwa serangan penyakit tersebut sering membuat dirinya merasa seperti disengat listrik atau terbakar di bagian wajah. Untuk menghilangkan rasa sakitnya itu, Codd menggunakan anestesi di wajahnya.

“Rasa sakit berasal dari saraf trigeminal yang mengalir di sisi wajah Anda,” ujar Codd.

Codd membeberkan bahwa serangan itu sering membuat dirinya tidak bisa makan, minum, berbicara atau menelan selama beberapa jam. Ia mengalami masalah itu pada sisi kiri wajahnya.

“Setiap serangan, saya tidak bisa berbicara, makan, atau minum selama dua jam. Dan karena saya tidak bisa menelan, saya akan menggiring makanan dari sudut mulut saya. Rasanya tidak enak,” ungkap Codd.

Apa itu Trigeminal Neuralgia?

Artikel berjudul “Trigminal neuralgia” (2013, PDF) yang ditulis oleh Joanna Zakrzewska dan Mark E. Linskey menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan nyeri yang terjadi pada satu atau lebih cabang saraf kelima dari 12 pasang saraf yang berasal dari otak.

Serangan ini terjadi secara paroksismal, atau dalam waktu singkat dengan setiap nyeri berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Frekuensi paroksismal ini bervariasi, bisa berlangsung selama sehari, atau bahkan bertahun-tahun.