News - “Terima kasih Kawal Haji yang sudah mengawal kami sehingga hak kami sudah terpenuhi, untuk laporan sebelumnya tentang dam dan badal haji…”

Ucapan terima kasih itu muncul di aplikasi Kawal Haji dari jemaah haji atas nama Jundian Priyatin pada 19 Juni 2024, pukul 16:59. Laporan di atas merupakan update informasi atas aduan oleh jemaah haji atas nama yang sama.

Info dalam pembaruan tersebut juga melaporkan proses eksekusi dan perbaikan layanan oleh pihak-pihak yang diadukan olehnya ke Kementerian Agama RI melalui aplikasi Kawal Haji. Laporan aduan awal dilakukan oleh jemaah yang bersangkutan seminggu sebelumnya, tepatnya tanggal 12 Juni 2024, pukul 11:43.

Laporan aduan awal diberi tajuk oleh jemaah yang bersangkutan, “Masalah Dam dan Badal Haji”. Begini bunyi utuh aduan awal itu:

“Assalamu’alaikum wr. wb. Kami mengeluhkan tentang badal haji dan dam. Kami sudah membayar sejumlah Rp8 juta untuk badal haji dan Rp3,5 juta untuk dam di KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) Al Mabrur yang rekanan dengan Al Multazam. Karena kenyataan di sini kesannya kita hanya butuh sertifikat badal haji untuk almarhum.”

Setelah kalimat pembuka disampaikan, jemaah tersebut mengadukan lebih detail kasusnya. “Dari pihak Al Multazam tidak mengirimkan nama muthowif yang membahas haji. Dan kasus dam kemarin, karu dan karom di mandat menyaksikan penyembelihan tapi kenyataannya tidak sesuai dengan jumlah calon haji yang di KBIHU. Dari 195, hanya tersedia kurang dari 50 kambing dan mengklaim kambing milik provinsi lain. Monggo dintindaklanjuti. Karena terkesan Al Multazam mengukur waktu dam sampai kita pulang.”

Hanya kurang dari satu jam, aduan awal jemaah di atas langsung direspons oleh petugas haji terkait melalui akun petugas bimbad (pembimbing ibadah) dengan nama Bimbad Madinah1445. Petugas ini lalu menjelaskan ketentuan tentang badal haji mulai dari sisi regulasi Menteri Agama hingga standar rumah pemotongan hewan yang bisa melaksanakan pemotongan hewan dam.

Di akhir kalimat responsnya terhadao aduan jemah di atas, petugas Bimbad ini menyatakan: “Jika lembaga yang Bapak percayakan tidak melaksanakan sesuai ketentuan, silakan laporkan kepada petugas pengawas KBIHU atau ke admin kami dengan memberikan informasi nama KBIHU, nama pimpinan KBIHU, alamat KBIHU serta bukti-bukti pelanggarannya untuk kita tidak lanjuti.”