News - Industri tekstil di Tanah Air tengah menghadapi masa-masa sulit. Industri pengolahan yang mengubah serat menjadi benang atau kain itu, kembali diguncang badai Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. Sampai dengan awal Juni 2024 saja, setidaknya sudah ada sebanyak 13.800 pekerja di industri tekstil terdampak.

"Sejak Januari sampai dengan awal Juni 2024, ada 13.800-an pekerja terkena PHK," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi, kepada Tirto, Jumat (14/6/2024).

Ristadi mengatakan PHK terjadi akibat penutupan pabrik ataupun efesiensi. Berdasarkan catatan KSPN terdapat sebanyak enam perusahaan tutup dan empat perusahaan melakukan efisiensi.

Keenam perusahaan yang tutup itu adalah PT S Dupantex, Jawa Tengah (PHK 700-an orang), PT Alenatex, Jawa Barat (PHK 700-an orang), PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah (PHK 500-an orang), PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah (PHK 400-an orang), PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah (PHK 700-an orang), dan PT Sai Apparel, Jawa Tengah (PHK 8.000-an orang).

Sementara, empat perusahaan PHK akibat efesiensi diantaranya adalah PT Sinar Panca Jasa, Semarang (PHK 2.000-an orang), PT Birtarex, Semarang (PHK 400-an orang), PT Johartek, Magelang (PHK 300-an orang, dan PT Pulomas, Bandung (PHK 100-an orang).

“Itu [data] periode Januari sampai dengan Juni 2024," ujar dia.