News - Glycolic acid adalah salah satu jenis alpha hydroxy acid (AHA) atau dalam bahasa Indonesia disebut juga asam alfa hidroksi. Glycolic acid merupakan asam alami yang dapat ditemukan dalam makanan seperti tebu dan buah citrus.

Lantas, apa manfaat glycolic acid? Senyawa ini memiliki banyak manfaat untuk kecantikan. Pasalnya, Glycolic acid dapat melarutkan ikatan antara sel-sel kulit mati di wajah, memungkinkannya untuk dibersihkan dengan mudah, sehingga dapat menghasilkan kulit yang lebih halus dan tampak lebih muda.

Dikutip dari laporan Verywell Health, glycolic acid dikatakan dapat memicu kulit memproduksi lebih banyak kolagen. Kolagen adalah protein yang membuat kulit kencang, kenyal, dan elastis. Kolagen juga memberikan kekuatan pada tulang dan jaringan ikat.

Tingkat produksi kolagen menurun seiring bertambahnya usia. Kolagen juga akan rusak jika kulit terlalu sering terpapar sinar matahari. Menggunakan glycolic acid dapat membantu mencegah kerusakan kolagen. Oleh karena itu, banyak produk kecantikan untuk mereka yang berusia di atas 30 tahun mengandung glycolic acid.

Manfaat Glycolic Acid untuk Kulit Wajah

Sebelumnya telah disebutkan secara garis besar tentang manfaat dari glycolic acid, pada bagian ini pembahasan akan berlanjut mengenai manfaat glycolic acid untuk wajah secara spesifik, antara lain sebagai berikut.

1. Menghaluskan Kulit

Bagi mereka yang kerap menggunakan produk perawatan kulit, glycolic acid mungkin kerap ditemukan sebagai bahan aktif dalam produk chemical peeling dan toner pengelupasan kulit karena asam glikolat membantu memulai proses pengelupasan kulit mati pada lapisan terluar kulit (stratum korneum). Kemampuan inilah yang dapat memunculkan lapisan kulit baru yang lebih halus dan lembut.

Tingkat pengelupasan tergantung pada konsentrasi glycolic acid dalam produk yang digunakan. Namun, Rebecca Marcus, MD, dokter kulit bersertifikat di North Dallas Dermatology Associates, mengatakan kepada SELF, sebagian besar formulasi yang dijual bebas, persentasenya berkisar antara 5 hingga 10%.

Pada dasarnya, semakin tinggi konsentrasi glycolic acid yang ada pada suatu produk, semakin efektif pula untuk menembus penghalang kulit. Tetapi, semakin besar kemungkinannya untuk menyebabkan iritasi.

Maka itu, hampir semua dokter kulit merekomendasikan menggunakan produk dengan konsentrasi glycolic acid 10% atau lebih rendah. Konsentrasi tersebut dianggap paling aman untuk kulit.

2. Membersihkan Kulit dan Mengurangi Jerawat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, glycolic acid sangat efektif dalam mengelupaskan lapisan atas kulit. Dengan kata lain, kotoran pada sel kulit mati dan di dalam pori-pori akan terangkat, hal ini cenderung akan bermanfaat bagi pemilik kulit wajah yang rentan berjerawat.

"Pengelupasan kulit secara kimiawi dapat membantu orang yang berjerawat dengan membersihkan sel-sel kulit mati dan kotoran yang menyumbat pori-pori," kata Dr Marcus.

Namun, bagi pemilik kulit sensitif dan rentan berjerawat, glycolic acid mungkin akan terlalu keras. Menyiasatinya, berikan waktu istirahat pada kulit di antara perawatan dan pastikan hanya menggunakan eksfoliator dua atau (maksimal) tiga kali seminggu, guna meminimalkan iritasi.

3. Mengurangi Noda Hitam

Sinar UV matahari dapat menyebabkan hiperpigmentasi atau noda hitam pada wajah. Loretta Ciraldo, MD, dokter kulit bersertifikat dan asisten profesor sukarelawan di departemen dermatologi University of Miami Miller School of Medicine mengatakan, dengan kemampuannya mengelupaskan lapisan atas sel-sel mati, glycolic acid juga dapat menghilangkan noda hitam dalam prosesnya.

Namun, dalam beberapa kasus, hal ini bisa berdampak sebaliknya. Terutama jika seseorang rentan terhadap hiperpigmentasi (masalah umum bagi orang dengan warna kulit sawo matang hingga coklat gelap, misalnya, karena tubuh sudah membuat melanin ekstra, yang dapat menyebabkan flek hitam), glycolic acid dapat memperburuk masalah ini.

Penelitian menunjukkan bahwa, dalam konsentrasi tinggi, asam glikolat dapat menyebabkan peradangan, dan kerusakan tersebut dapat memicu hiperpigmentasi.

4. Kulit Tampak Lebih Tebal dan Kenyal

Manfaat glycolic acid untuk kulit salah satunya adalah berperan mengangkat sel-sel kulit yang sudah tua, mendorong produksi sel-sel kulit yang baru. Hasilnya, "asam glikolat dapat menebalkan kulit, merangsang produksi kolagen, dan memperbaiki warna dan tekstur," jelas Hadley King, MD, dokter kulit bersertifikat dan instruktur klinis dermatologi di Weill Medical College, Cornell University, New York City.

"Penelitian telah menunjukkan, misalnya, bahwa penggunaan krim asam glikolat topikal selama enam bulan dapat menstimulasi peningkatan ketebalan epidermis sebesar 27%," jelasnya.

Pada dasarnya, ketika asam glikolat mengikis lapisan atas sel-sel mati, sel-sel baru yang sehat akan muncul untuk menggantikannya. Lalu, kulit yang lebih tebal dan penuh kolagen dapat membantu memberikan kehalusan dan kekenyalan pada kulit wajah.

5. Menghilangkan Garis Halus Tanda Penuaan

Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan kolagen yang membantu kulit terasa elastis dan kenyal. Hilangnya kolagen ini pada akhirnya menyebabkan garis-garis halus dan kerutan. Asam glikolat dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan ini dengan merangsang produksi kolagen, Anna Chacon, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Miami, mengatakan kepada Health.

Efek pengelupasan kulit dari asam glikolat juga membantu memperbaiki warna dan tekstur kulit seiring bertambahnya usia. Selain itu, asam glikolat meningkatkan kadar asam hialuronat pada kulit. Asam hialuronat membantu kulit mempertahankan kelembapan dan tetap terhidrasi. Asam hialuronat juga membantu mengencangkan kulit untuk mengurangi tampilan garis-garis halus.

6. Anti-Bakteri

Glycolic adalah asam alfa hidroksi terkecil dan banyak digunakan untuk aplikasi perawatan kulit, termasuk untuk mengobati jerawat vulgaris. Seringkali, asam glikolat konsentrasi tinggi dimasukkan ke dalam pengelupasan kimiawi untuk mengurangi peradangan terkait jerawat.

Studi yang dilakukan Elba R Valle-González, dkk pada tahun 2020 mendapati glycolic acid menunjukkan aktivitas antibakteri yang bergantung pada pH terhadap C. acnes. Studi mekanistik mengidentifikasi bahwa bentuk nonionik asam glikolat lebih aktif daripada bentuk anionik.

Tingkat aktivitas antibakteri, termasuk konsentrasi bakterisida minimum (MBC), asam glikolat dievaluasi pada kisaran pH 3 hingga 4,5, dan potensi terbesar diamati pada pH 3. Mengingat kebutuhan formulasi perawatan kulit, peneliti memilih kondisi pH 3,5 untuk pengujian lebih lanjut dan menentukan bahwa asam glikolat membunuh sel C. acnes dengan mengganggu membran sel bakteri.

Meskipun sebagian besar perawatan konvensional melibatkan konsentrasi asam glikolat yang tinggi (> 20%), temuan penelitian mendukung potensi pengembangan formulasi anti-jerawat dengan konsentrasi asam glikolat serendah 0,2% dan dengan kondisi pH yang sesuai untuk aplikasi yang dijual bebas.