News - Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) per 14 Juni 2024 mencapai Rp666,53 triliun. Nominal itu lebih tinggi ketimbang pada 21 Mei kemarin yang ada di Rp508,41 triliun.

Sementara itu, aliran modal ke Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI) masing-masing senilai 2,30 miliar dolar AS dan 395 juta dolar AS. Sedangkan sebulan yang lalu, posisi SVBI sebesar 2,13 miliar dolar AS dan SUVBI 257 juta dolar AS.

“Untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan tercapainya sasaran inflasi, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Tidak hanya itu, kebijakan ini diharapkan bisa mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk modal asing ke dalam negeri.

Terbukti, penerbitan SRBI telah menarik modal asing ke Indonesia yang tercermin dari kepemilikan non residen, yakni mencapai Rp179,86 triliun atau 26,98 persen dari total outstanding. Angka itu lebih tinggi dari posisi Mei lalu yang hanya sebesar Rp71,55 triliun atau 18,18 persen dari total outstanding.

Untuk diketahui, suku bunga imbal hasil SRBI untuk tenor 6 bulan adalah sebesar 7,16 persen, tenor 9 bulan 7,28 persen; dan tenor 12 bulan 7,35 persen.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market, baik dari sisi volume maupun daya tarik imbal hasil, dan didukung kondisi fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan domestik.” ujar Perry.