News - Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, melaporkan kuota impor beras sepanjang 2024 dalam sistem nasional neraca komoditas atau SinasNK sebanyak 4,04 juta ton yang terdiri dari beras umum dan khusus.

Kuota impor tersebut ditetapkan berdasarkan persetujuan impor (PI) melalui Kementerian Perdagangan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).

"Penetapan berdasarkan SinasNK keputusan Rakortas sebesar 4.045.761 ton, di mana terdiri dari 3,6 juta ton beras umum dan 400 ribu ton beras khusus. Beras khusus ini biasanya untuk industri," ucap Edhy dalam keterangan yang diperoleh, dikutip Jumat (7/6/2024).

Edhy juga menjelaskan, saat ini realisasi impor tersebut mencapai 1,7 juta ton. Dalam hal ini, dia meminta kepada Perum Bulog untuk mengeksekusi realisasi impor yang telah ditetapkan.

"Jadi ini beras umum ini ditugaskan Bapanas ke Bulog, sekarang bola sudah ada di Bulog, bagaimana Bulog untuk mengatur melakukan pelelangan pengadaan beras yang dimaksud," ujarnya.

Plh Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan (DCP) Bapanas, Arifayani, menuturkan sebagian beras impor yang dalam kategori khusus tidak masuk dalam cadangan beras pemerintah (CBP). Beras khusus tersebut seperti basmati hingga ketan.

"Di SinasNK, impor beras selain CBP ada juga impor beras khusus, seperti basmati, ketan, dan lainnya," tutur Arifayani dalam keterangan yang diperoleh, Jumat.

Dia juga menyampaikan, stok CBP saat ini tercatat sebesar 1,46 juta ton. Cadangan beras tersebut nantinya akan digelontorkan ke masyarakat, termasuk untuk bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Di samping impor beras, Bapanas juga melaporkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, bahwa PI yang telah terbit untuk impor gula sebesar 5.134.477 ton, dengan realisasi pelaksanaan impor tercatat 1.954.209 ton.

Kemudian, PI yang terbit untuk impor bawang putih tercatat sebanyak 349.290 ton, dengan realisasi impor baru mencapai 148.712 ton.

Lalu, impor daging lembu ditetapkan dengan kuota sebesar 270.352 ton, sedangkan PI yang diterbitkan mencapai 219.244 ton, dengan realisasi impor 51.363 ton.