News - “Sifat kebinatangan di manusia harus disembelih. Perbuatan manusia dilandasi tauhid, iman, dan taqwa.”

demikian pesan Hasyim Asy’ari kepada ratusan jamaah, termasuk di dalamnya Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat menjadi khatib salat Iduladha 2024 di Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah. Laiknya pemuka agama, Hasyim menyampaikan bahwa kurban punya makna tersirat.

Bahwa menyembelih hewan kurban adalah simbolisasi pembersihan jiwa manusia dari “sifat kebinatangan”. Yang dimaksud di antaranya sifat mementingkan diri sendiri, sombong, merasa selalu benar, selalu curiga, juga fitnah, rakus, tamak, dan ambisi yang tidak terkendali, dan lainnya.

Jika sifat-sifat itu tetap bercokol di dalam diri seseorang, kata Hasyim, akan membawa pada ketidakstabilan dalam hidup, ketidak-harmonisan dengan lingkungan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Ironisnya, perangai Hasyim sendirilah yang justru tidak mengindahkan petuah yang disampaikannya.

Beberapa waktu lalu, Hasyim dipecat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 karena terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anggota PPLN Den Haag, Belanda, berinisial CAT.

Pria berusia 51 tahun itu terbukti bersalah melakukan pelanggaran etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.

Dalam pembacaan fakta persidangan, Hasyim dan CAT diketahui sudah berkomunikasi intens sejak 12 Agustus 2023. Dalam komunikasi tersebut, pengadu CAT meminta tolong kepada Hasyim agar pada saat kunjungan ke Belanda membawakan barang yang ketinggalan di Jakarta. Hasyim lantas menyanggupi permintaan CAT itu dan kemudian mengirimkan daftar kiriman via pesan WhatsApp.

Anehnya, dalam daftar barang itu, Hasyim mengirimkan pula celana dalam yang tak dimintai CAT.

Pengadu lantas bertanya maksud kiriman celana dalam itu. Padahal, pengadu tidak menitipkan barang itu kepada Hasyim. Teradu (Hasyim) menjawab dengan nada bercanda, “maaf keselip”.

Tidak hanya itu, Hasyim juga terbukti mengajak dan melakukan hubungan badan dengan CAT. Mulanya, Hasyim menginap di Hotel Van der Valk, Amsterdam, pada 3 Oktober 2023. Kala itu, Hasyim tengah menghadiri acara bimtek dan memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

Usai acara pada malam harinya, Hasyim menelepon pengadu untuk datang ke kamar hotel. Setelah berbincang-bincang di ruang tamu kamar, Hasyim memaksa pengadu untuk melakukan hubungan badan. CAT menolak permintaan Hasyim, tapi Hasyim terus memaksa disertai janji akan menikahi pengadu.

Setelah kejadian tersebut, pengadu dan teradu beberapa kali jalan bersama di Amsterdam sampai dengan kepulangan Hasyim ke Indonesia pada 7 Oktober 2023.

Selepas kepulangannya, Hasyim mengirimkan pesan WhatsApp kepada pengadu berupa foto berdua di lobi hotel Van der Valk, Amsterdam. Dalam foto tersebut disertai captionmy love” ditambah emoji love dan bunga mawar merah.

Menilik perangainya itu, wajar belaka jika publik kaget. Perbuatan tersebut jelas sangat kontras sekali dengan pesan-pesan Hasyim ketika menjadi khatib salat Iduladha pada 17 Juni 2024 lalu.