News - Segala kendaraan hingga alat otomotif seperti motor, mobil, dan alat berat memiliki risiko kerusakan.

Karenanya, beberapa jasa menawarkan perbaikan apabila terjadi kendala. Perbaikan tersebut melingkupi berbagai jenis mulai dari mesin, power train, chassis, hingga kelistrikan.

Langkah yang paling mudah dalam perawatan kendaraan atau alat otomotif adalah datang ke tempat perbaikan atau bengkel.

Di sana, teknisi akan memperbaiki keluhan pelanggan atas kendaraan otomotifnya dengan langkah-langkah sesuai prosedur operasional standar yang berlaku.

Jenis-jenis Perbaikan Otomotif

Perbaikan otomotif bertujuan untuk membetulkan kendaraan otomotif seperti motor mobil, alat angkutan, hingga alat berat yang memiliki kendala mulai mesin hingga bodi.

Perbaikan otomotif biasanya dilakukan di bengkel tertentu sesuai jenis kendaraan otomotif. Berikut ini jenis-jenis perbaikan otomotif:

1. Perbaikan Mesin (Engine)

Perbaikan mesin adalah perbaikan otomotif yang berfokus pada berbagai aspek pendukung dalam pengonversian energi.

Beberapa perbaikan otomotif yang berkaitan dengan mesin di antaranya perbaikan mekanisme mesin, sistem bahan bakar, sistem pelumas, hingga sistem pendingin.

2. Perbaikan Pemindah Tenaga (PowerTrain)

Perbaikan pemindah tenaga merupakan perbaikan otomotif pada sistem pengolah proses pemindahan tenaga yang dihasilkan mesin hingga bergeraknya roda. Perbaikan power train di antaranya sistem kopling, sistem transmisi, sistem differential, poros dan sumbu roda, hingga ban.

3. Perbaikan Sasis (Chassis)

Perbaikan sasis dalam bidang otomotif berguna menangani kendala kendaraan di bagian yang berhubungan dengan kondisi jalan seperti rangka, sistem rem, sistem suspensi, hingga sistem kemudi.

4. Perbaikan Kelistrikan (Electrical)

Perbaikan kelistrikan bertujuan menangani kendala otomotif yang berhubungan dengan sistem penerangan, sistem aksesori, sistem starter, sistem pengapian, sistem pengisian baterai, hingga sistem air conditioner.

5. Perbaikan Bodi (Body)

Perbaikan body bertujuan untuk membenahi bodi otomotif yang terkena baret atau penyok.

Langkah-langkah Perbaikan Otomotif

Perbaikan otomotif diawali dengan kedatangan pemilik kendaraan atau alat-alat otomotif ke tempat pembetulan atau bengkel. Pemilik akan menyampaikan keluhan atau kondisi kendaraan otomotif sehingga penyedia layanan perbaikan mengetahui langkah yang harus dilakukan.

Berbagai langkah yang dilakukan di tempat perbaikan dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar yang berlaku. Setiap tempat perbaikan atau bengkel dapat memiliki prosedur yang berbeda-beda. Berikut ini langkah-langkah perbaikan otomotif:

1. Diagnosis Kerusakan

Sebelum melakukan perbaikan, sebuah kendaraan otomotif akan dianalisis kerusakan. Diagnosasi tersebut juga menentukan estimasi biaya, waktu perbaikan, hingga penentuan pengganti suku cadang.

2. Langkah Persiapan

Setelah kerusakan kendaraan otomotif dapat didiagnosa, teknisi akan melakukan langkah persiapan mulai tempat kerja, unit kendaraan, hingga alat.

3. Langkah Kerja

Perbaikan kendaraan otomotif dilakukan dengan beberapa tahap tergantung kerusakan yang dialami.

Contoh tahap perbaikan di antaranya pembongkaran, pemeriksaan, penyetelan, penggantian komponen, pemasangan, dan perakitan.

Segala proses perbaikan harus dikerjakan sesuai buku petunjuk servis sehingga tidak mengakibatkan kerusakan dan kerugian pelanggan.

4. Pengujian

Setelah proses perbaikan selesai, kendaraan otomotif perlu diuji (test drive) untuk memastikan keluhan atau kerusakan telah teratasi dengan benar.

5. Langkah Akhir

Langkah terakhir dari proses perbaikan adalah membersihkan tempat kerja serta pengecekan akhir kendaraan pasca-pengujian.