News - Hari ini merupakan jadwal nafar tsani atau kepulangan jemaah haji setelah tiga malam mabit di Mina. Sekitar 23 persen jemaah yang memilih nafar kedua ini harus menyelesaikan ibadah lontar jumrah terakhirnya, sebelum diberangkatkan ke hotelnya hari ini, Rabu 13 Zulhijah 1445 (19/6/2024).

Sementara 77 persen jemaah memilih nafar ula atau kepulangan jemaah setelah dua malam mabit di Mina. Jemaah yang nafar awal sudah meninggalkan Mina sejak kemarin, 12 Zulhijah 1445 (18/6/2024). Setelah hari ini maka puncak haji di Armuzna (wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina) berakhir.

Selanjutnya, jemaah yang belum mengambil tawaf ifadah--salah satu rukun haji lainnya--bisa segera ke Masjidil Haram untuk menunaikannya. Setelah itu tinggal tawaf wada' atau tawaf perpisahan sebelum jemaah meninggalkan Tanah Suci.

Siang ini, pantauan di Jamarot, lokasi melontar jumrah tidak lagi sepadat dua hari sebelumnya. Jemaah haji Indonesia juga tidak banyak, hanya terlihat satu dua orang, kadang beberapa kelompok jemaah saja. Mayoritas justru jemaah haji dari negara lain.

Begitu juga jalanan King Fadh dan lapangan area Jamarot yang dua hari lalu penuh jemaah, kini sudah mulai lengang. Para askar (petugas keamanan) juga mulai berkemas, beberapa nampak tidur-tiduran, mengobrol, beberapa lagi memantau jemaah dan petugas kebersihan.

Para petugas haji pun sudah mulai sedikit yang terlihat bertugas melayani jemaah. Di tenda Posko Kesehatan Misi Haji 2 Mina, misalnya, petugas kesehatan sudah mulai bergeser lagi ke Kota Makkah.

Sama halnya di Posko Misi Hajib1 Mina. Di sini juga hanya terdapat beberapa petugas yang berjaga. Lainnya nampak rebahan melepas lelah setelah semalaman melayani jamaah. Petugas Timsus Jamarot juga tinggal beberapa orang saja yang siaga di lokasi.

Menurut Kepala Daker Makkah, Khalilurrahman, tenda-tenda Mina mulai sepi setelah 77 persen jamaah haji Indonesia memilih nafar awal. Setelah mabit dua malam mereka memilih balik ke hotel masing-masing.

"Yang Nafar Awal tahun ini berdasarkan data seksi bimbingan ibadah Daker Makkah 77 persen," ujar Khalil, kepada Tim Media Center Haji, Rabu (19/6/2024).

Sementara jemaah yang mengambil nafar tsani atau mabit tiga malam sebesar 23 persen segera didorong ke hotel mereka. "Untuk nafar tsani 23 persen," ucap Khalil menambahkan.

Untuk teknis pengangkutan jamaah haji dari Mina, menurut dia, ketua kelompok terbang (kloter) telah berkoordinasi dengan pihak maktab. Pemberangkatan jamaah dari Mina ke hotel dilakukan mulai pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

"Pihak maktab menyediakan bus sejumlah jemaah yang nafar awal atau tsani. Pengangkutan dimulai jam 7.00 sampai 14.00," katanya.

Salah satu jemaah haji asal Lampung, Bambang (56 tahun) memilih nafar tsani lantaran mempertimbangan kepadatan jamaah yang kembali ke Makkah.

"Kemarin kita berunding sama ketua kloter, kita memilih nafar tsani karena untuk menghindari kepadatan jamaah yang nafar awal itu," ujarnya saat ditemui usai melaksanakan lontar jumrah bersama istrinya.

Sementara Mashitah, jemaah haji asal Banjarmasin memilih nafar tsani setelah berkoordinasi dengan ketua kloternya. Alasannya, jemaah ingin menuntaskan semuanya sampai semua berakhir.

"Mumpung di sini, setelah pulang nanti belum tentu bisa kembali. Kemarin sih katanya nafar tsani, dek," katanya ditemui Senin malam kemarin.

Sementara itu, Anggota Amirul Hajj 2024, KH Ahmad Fahrurrozi bersyukur pelaksanaan mabit di Mina berjalan lancar. Jika pun ada beberapa kendala di Mina, menurut dia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas langsung merespons dengan cepat.

"Saya melihat Pak Menteri sebagai Amirul Hajj betul-betul bekerja secara maksimal, dibantu tim petugasnya di lapangan yang sangat responsif dan berdedikasi tinggi," jelasnya.