News - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) adalah sebuah gelaran tahunan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bentuknya berupa pertunjukkan budaya kontemporer yang dikemas dalam kegiatan karnaval busana.

Tema yang diangkat untuk BEC 2024 adalah "Ndaru Deso Revival of Village". Sementara kandungan makna di balik tema tersebut sangat positif, yaitu bertujuan mengangkat potensi Desa Wisata yang terdapat di wilayah Kabupaten Banyuwangi agar dapat diperkenalkan ke tingkat nasional dan internasional.

Seperti namanya, Banyuwangi Ethno Carnival, busana-busana kontemporer yang dibuat untuk mengikuti karnaval BEC kerap terinspirasi dari budaya etnik tradisional yang ada di wilayah timur Pulau Jawa tersebut.

Kapan Banyuwangi Ethno Carnival 2024 digelar

Merujuk laman Antara News, parade Banyuwangi Ethno Carnival tahun ini termasuk dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dimulai tanggal 10 Juli hingga 14 Juli 2024.

Kegiatan akan dimulai dengan acara Creative Expo pada tanggal 10 Juli, yang pesertanya berasal dari UMKM di wilayah Banyuwangi. Lokasinya di lorong bambu, area Taman Blambangan.

Lalu tanggal 10-12 Juli lokasi bergeser ke Srawung Seni di Gesibu Blambangan. Pesertanya adalah kabupaten/kota sahabat menampilkan gelaran seni dan tradisi khasnya.

Puncak BEC akan berlangsung Sabtu, 13 Juli 2024 dengan digelarnya karnaval dan parade start dari Jalan Wahidin Sudiro Husodo menuju kawasan Simpang Lima dan finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

Lokasi Banyuwangi Ethno Carnival 2024

Uniknya, kali ini panitia memilih malam hari sebagai waktu penyelenggaraan karena penggunaan konsep visualisasi lighting yang menawan untuk lokasi karnaval.

Berkaca pada penyelenggaraan di tahun sebelumnya, jumlah peserta karnaval akan mencapai ratusan peserta. Untuk itu panitia mempersiapkan lokasi acara yang berlangsung di Jalan Wahidin Sudiro Husodo menuju kawasan Simpang Lima sepanjang 2,5 km.

Akan hadir perwakilan talenta dengan keterampilan menyajikan berbagai hal unik dari desa-desa yang ada di Banyuwangi. Para talent kemudian membuat rancangan kostum etnik dan modern yang menarik dalam karnaval tersebut.

"Kami memiliki 189 desa, dan desa-desa inilah yang menjadi ujung tombak Banyuwangi. Setiap desa memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing yang saling melengkapi untuk kemajuan Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, lansir Antara News.

Contohnya salah satu desa yang terdapat di "Bumi Blambangan" bernama Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Memiliki kekayaan wisata alam bernama Sendang Seruni, para talent dari desa tersebut akan memvisualisasi menjadi bentuk busana yang indah bertema Sendang Seruni.

Budaya Kebo-Keboan dari Desa Aliyan juga akan ditampilkan dalam bentuk yang menarik oleh warga yang berkreativitas dalam ajang tersebut.

Demikian juga desa lainnya yang tentu tak kalah menarik dan bakal menjadi magnet bagi wisatawan baik dalam dan luar negeri untuk hadir.

"BEC adalah bagian dari cara Banyuwangi menjaga warisan tersebut, namun kami kemas dengan cara kekinian. Selain itu, BEC tidak sekadar tontonan dan hiburan semata, tapi juga menjadi panggung bagi talenta-talenta Banyuwangi untuk merawat budaya yang kami miliki dan memperkenalkannya kepada dunia," tambah Bupati Ipuk.