News - Haji Wada' adalah ibadah haji yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad saw. pada tahun ke-10 Hijriah (632 M). Ia disebut Haji Wada' karena menjadi haji perpisahan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dalam Kitab Sejarah Nabi Muhammad SAW: Dari Sebelum Masa Kenabian Hingga Sesudahnya (2013:523) karya Abdurrahman ibn Abdul Karim diterangkan, saat melaksanakan Haji Wada', Rasulullah sempat menyatakan, "Mungkin aku tak akan bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini, dan aku tidak akan berhaji lagi setelah tahun ini."

Setelah tahun ke-10 H, Rasulullah memang tidak pernah lagi menunaikan ibadah haji. Tiga bulan selepas melaksanakan Haji Wada', tepatnya 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, Nabi Muhammad saw. wafat di usia 63 tahun.

Di tengah pelaksanaan Haji Wada', Rasulullah menyampaikan pidato terakhirnya di hadapan kaum muslimin. Khutbah terakhir Nabi Muhammad disebut juga dengan istilah Khutbah al-Wada'. Lantas, bagaimana isi khutbah Haji Wada'? Apa pesan nabi saat Haji Wada'?

Isi Pesan Nabi Muhammad saat Haji Wada

Khutbah terakhir Nabi Muhammad disampaikan pada 9 Zulhijah tahun ke-10 H di lembah Urana. Rasulullah kala itu berpidato di atas Unta, sementara Rabi‘ah ibn Umayyah ibn Khalaf mengulangi kalimat-kalimat beliau dengan suara lantang agar didengar oleh umat Islam.

Beberapa riwayat menyebutkan Haji Wada' diikuti oleh lebih dari 100 ribu umat Islam. Sebagian riwayat lain menyatakan setidaknya 140 ribu umat Islam ikut menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah dan menyimak isi khutbah Wada'.

KH Ahmad Chodri Romli melalui karyanya Ensiklopedia Haji & Umrah: Ensiklopedia Terlengkap Lintas-Mazhab Seputar Haji dan Umrah dari A sampai Z (2018), menerangkan ada beberapa pesan nabi saat Haji Wada. Berikut beberapa di antara pesan tersebut.

  1. Penegasan bahwa semua umat Islam bersaudara
  2. Larangan bagi umat Islam mengambil harta dan hak orang mukmin lainnya
  3. Wasiat Rasulullah agar umat Islam memegang teguh Al-Quran dan Sunnah Nabi
  4. Perintah bagi umat Islam agar menunaikan amanah
  5. Penghapusan segala macam amalan dan tradisi jahiliyah
  6. Pengampunan atas tuntutan "utang darah" di zaman jahiliyah
  7. Penegasan tentang haramnya riba
  8. Perintah agar suami-istri saling memenuhi hak masing-masing
  9. Dan lain sebagainya.
Tiga isi pokok khutbah Wada mencakup pesan pengingat bahwa umat Islam bersaudara, perintah agar mengikuti ajaran Islam dengan benar, serta penghapusan segala macam amalan dan tradisi jahiliyah.

Selepas menyampaikan khutbah terakhir, Nabi Muhammad bertanya pada umat Islam di hadapannya, "Sudahkah aku menyampaikan amanah Allah, kewajibanku, kepada kamu sekalian?"

"Ya memang demikian adanya," jawab para sahabat yang ada di hadapan beliau. “Ya Allah Engkau menjadi saksiku," pinta Rasulullah.

Pada hari yang sama, begitu waktu asar tiba, Rasulullah melanjutkan perjalanan ke Mina. Di saat itulah turun wahyu terakhir Nabi Muhammad, yakni surah Al Maidah ayat 3. Berikut redaksi terjemahannya.

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.