News - Di era digitalisasi, artificial intelligence (AI) menjadi kekuatan baru untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Teknologi AI dapat membantu masyarakat menghadapi sejumlah tantangan besar mulai dari masalah kesehatan hingga perubahan iklim.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menuturkan AI membantu dalam mengolah berbagai informasi seputar kesehatan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Informasi itu tidak mungkin bisa diolah tanpa AI.

Biodiversity dan genomics di Indonesia itu besar sekali jadi kita harus pastikan itu bisa jadi value pada saat mesin-mesin AI datang ke Indonesia untuk belajar,” tutur Budi Gunadi ditemui di Hutan Plataran, Senayan, Jakarta Selatan dalam acara Google AI Untuk Indonesia Emas 2045, Senin (3/6/2024)

Tidak hanya memberi manfaat bagi sektor kesehatan, AI juga berpeluang memberi dampak ekonomi yang signifikan.

Penelitian yang dilakukan Google Indonesia memperkirakan penggunaan AI akan meningkatkan manfaat ekonomi bagi Indonesia sebesar Rp2.612 triliun (USD 167 miliar) pada 2030. Jumlah tersebut setara dengan 13% PDB Indonesia tahun 2022.

Di sisi lain, kehadiran AI bisa menjadi ancaman serius jika kita tidak mampu mengoptimalkannya dengan baik. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyebutkan 83 juta pekerjaan berpotensi hilang akibat adanya AI.

“AI tidak boleh mengganggu rakyat. AI harus tetap menjaga manusia dan kemanusiaan. AI harus jadi penunjang yang baik bagi manusia,” ungkap Budi, Senin.

Untuk meminimalisir dampak buruk dari AI dan mengoptimalkan peran AI, Budi Arie menjelaskan tiga upaya untuk memperkuat tata kelola AI Indonesia.

Yang pertama, mempersiapkan SDM yang ahli di bidang AI dan pemanfaatan AI yang memberdayakan masyarakat. Kedua, mempersiapkan kebijakan AI yang dapat memastikan ekosistem AI aman dan produktif. Terakhir, mendorong adopsi teknologi yang menumbuhkan inovasi AI secara inklusif melalui kolaborasi antar stakeholder.

Hadirkan Beasiswa AI

Selain itu Budi Arie juga mendorong berbagai pelatihan supaya masyarakat luas dapat memanfaatkan kehadiran AI dengan tepat. Akses ke pelatihan AI begitu penting untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan agar sukses menghadapi peluang dan tantangan yang dihadirkan AI.

Untuk itu, Google Indonesia menawarkan Beasiswa Sertifikat Google Karier melalui kemitraan dengan program "Digital Talent Scholarship Kemenkominfo dan Telkom Indonesia" yang menargetkan 10.000 pelajar. Program komprehensif tersebut meliputi pengajaran oleh para ahli, bimbingan yang dipersonalisasi, dan sertifikasi yang diakui industri.

"Kami juga belum lama ini mengumumkan 'AI Opportunity Fund: Asia-Pacific' baru senilai 15 juta dolar AS yang didukung Google.org, sebagai wujud investasi lebih lanjut kami dalam mengembangkan keterampilan yang penting di bidang AI dan membangun kepercayaan diri para pekerja dan pencari kerja, khususnya dari komunitas yang kurang terlayani di kawasan ini," ujar Putri Alam, Director Government Affairs and Public Policy, Google Indonesia.

Putri menjelaskan, dana tersebut melengkapi upaya pengembangan keterampilan digital dan AI besutan Google lainnya di Asia-Pasifik, seperti AI Essentials untuk pemula, AI Startup School untuk wirausaha, dan program AI Google Cloud untuk bisnis.

Tidak hanya itu, Google telah berinvestasi signifikan pada infrastruktur digital Indonesia. Di antaranya pembangunan region cloud hyperscale AS pertama di Jakarta pada 2020 serta di tiga kabel bawah laut: Indigo-West, Echo, dan Apricot.

"Upaya-upaya ini telah meningkatkan performa dan kapasitas internet di Indonesia, menghasilkan pertumbuhan traffic yang berkelanjutan dan menciptakan fondasi yang kuat untuk adopsi dan inovasi AI di berbagai sektor," terangnya.

Selain itu, Google Indonesia juga memastikan inklusifitas dengan mengembangkan layanan AI dalam bahasa lokal, mengidentifikasi penggunaan yang paling berdampak, dan mengutamakan fokus pada bidang-bidang seperti layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, atau lainnya yang secara langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Tahun ini, kami memperkenalkan Gemini 1.5 Pro, model AI tercanggih kami sejauh ini, yang tersedia di berbagai produk kami dan juga melalui aplikasi seluler Gemini. Aplikasi ini kini dapat diakses oleh pengguna secara global dalam lebih dari 46 bahasa, termasuk bahasa Indonesia," tutur Putri.