News - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Pangan, ID FOOD, mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1,6 triliun untuk pembiayaan cadangan pangan pemerintah (CPP).

Direktur Utama ID FOOD, Sis Apik Wijayanto, menyebut bahwa suntikan modal tersebut akan digunakan untuk membiayai program CPP komoditas gula, daging sapi, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, ikan kembung, dan daging kerbau.

"Kami berharap dalam forum ini mendapat PMN melaksanakan program cadangan pangan pemerintah Rp1,6 triliun," ujar Wijayanto dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Rabu (10/7/2024).

Suntikan PMN tersebut, menurut Wijayanto, dapat membantu ID FOOD yang berperan sebagai offtaker komoditas pangan melalui jaringan kemitraan petani, peternak, dan nelayan. Selain itu, PMN tunai tersebut juga dapat digunakan untuk memperbaiki ekosistem pangan dan mengurangi disparitas harga pangan.

Selain PMN, pendanaan CPP juga didorong melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA). Ada pula penjaminan pemerintah dengan interest rate 7,5 persen dengan subsidi bunga 3 persen. Lalu, ditambah dengan pendanaan melalui perbankan lain.

"Dengan adanya PMN, maka kita harapkan struktur pendanaan akan efisien dan bisa mendapat manfaat terutama efisiensi biaya," tutur dia.

Sementara itu, PMN yang diajukan dengan nilai Rp1,6 triliun tersebut diklaim bersifat modal kerja yang akan dilunasi pada akhir tahun berjalan.