News - Hukum main slot atau berjudi saat puasa adalah haram. Meskipun bukan perkara yang membatalkan puasa, main slot atau berjudi termasuk hal-hal yang merusak pahala puasa. Berikut ini dalil keharaman dan alasan larangan berjudi saat puasa.

Puasa adalah ibadah menahan lapar, dahaga, dan segala hal yang membatalkannya mulai terbitnya fajar shadiq (waktu Subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu Magrib).

Syaikh Muhammad Ibn Qasim al-Ghazy dalam kitab Fathul Qorib menjelaskan 8 perkara yang membatalkan puasa sebagai berikut:

  1. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh dengan sengaja melalui lubang alami seperti mulut, hidung, telinga, qubul (tempat keluar urine), dan dubur (tempat keluar tinja)
  2. Pengobatan dengan memasukan benda ke qubul dan dubur
  3. Muntah dengan sengaja
  4. Melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis secara sengaja (termasuk hubungan seksual sesama jenis)
  5. Keluarnya air mani (sperma) karena bersentuhan kulit
  6. Mengalami haid atau nifas
  7. Gila (junun)
  8. Menyatakan keinginan dan atau murtad.
Di samping delapan perkara di atas, terdapat hal-hal yang dapat merusak pahala puasa. Dalam suatu hadis riwayat Anas bin Malik Ra. Rasulullah Saw. bersabda mengenai perkara yang merusak pahala puasa sebagai berikut:

"Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu (1) berdusta; (2) berghibah; (3) mengadu domba; (4) bersumpah palsu; (5) memandang dengan syahwat," (H.R. Dailami).

Orang yang berpuasa namun masih melakukan lima perkara di atas termasuk golongan merugi. Mereka menjalankan puasa, namun tidak mendapatkan pahalanya, melainkan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Rasulullah Saw. menceritakan golongan tersebut dalam sebuah hadis sebagai berikut:

"Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga," (H.R. Thabrani).