News - Partai politik koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat ini sibuk memperebutkan jatah kursi menteri jelang penetapan pemenangan pemilu. Saling klaim siapa yang paling berjasa memenangkan Prabowo-Gibran.

Golkar salah satunya yang mengeklaim paling berjasa memenangkan Prabowo-Gibran. Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengeklaim sebanyak 80-90 persen pemilih Golkar ikut memilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Dia juga menuturkan partainya terdepan mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 lalu.

Airlangga pun dikabarkan sudah meminta jatah 5 kursi menteri untuk partainya. Tetapi, kabar tersebut pun langsung ditepis Airlangga. Dia mengakui soal jatah kursi menteri masih dalam pembahasan sambil menunggu hasil dari KPU. Sementara itu, dia juga mengeklaim belum meminta jatah kursi menteri kepada Prabowo dan Gibran.

"Kita belum minta, terima kasih," kata Airlangga.

Permintaan jatah lima kursi menteri untuk Golkar pun dinilai wajar oleh Wakil Ketua Umum Golkar, Melchias Markus Mekeng. Alasannya, partainya merupakan pertama yang mengusung Prabowo-Gibran dan memiliki kursi dominan di parlemen 2024-2029. Tidak hanya itu, dia juga menuturkan terdapat 19 juta pemilih Golkar juga memilih Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Pertemuan Koalisi Indonesia Maju

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) sebelun melakukan pertemuan di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (14/9/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.

"Prinsipnya Golkar pendukung yang awal Prabowo-Gibran. Kita boleh dibilang kursinya kan cukup dominan di Parlemen karena Kontribusi yang dilakukan Partai Golkar," kata Mekeng kepada Tirto, Senin (18/3/2024).

Kabar permintaan jatah kursi menteri dari Golkar dalam pemerintahan Prabowo-Gibran pun enggan ditanggapi Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menyerahkan proses pemilihan kursi kepada presiden terpilih.

Sama seperti Zulkifli Hasan, Wakil Ketua PAN, Viva Yoga Mauladi, juga mengeklaim partainya saat ini fokus untuk mengawal rekapitulasi perolehan suara Prabowo-Gibran. Koalisi juga saat ini masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) jika hasil Pilpres disengketakan.

Partai Demokrat pun enggan merespons soal permintaan Golkar yang meminta jatah 5 kursi menteri. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, memilih untuk tidak mau menjawab terkait hal itu.

Kabar permintaan Golkar untuk jatah lima kursi menteri pun sudah sampai ke telinga Partai Gerindra. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco, mengakui partai-partai yang bekerja maksimal bisa saja mendapatkan lebih dari lima. Tetapi, dia mengakui pembahasan kursi menteri merupakan hak prerogatif presiden.