News - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo akan mengevaluasi Undang-Undang Cipta Kerja jika terpilih menjadi presiden pada 2024. Hal itu disampaikan Ganjar saat bertemu dengan buruh dan pelaku UMKM di Gedung Guru Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/12/2023).

"Kami akan evaluasi, kalau kita ketemu pengusaha, bertemu pelaksana dari pemerintah, dan buruh kok semuanya tidak nyaman," kata Ganjar dikutip dari Antara, Jumat (15/12/2023).

Dia menilai ada yang keliru dari UU Cipta Kerja. Hal itu mengingat sejumlah pihak merasa tidak nyaman dengan aturan itu.

"Rasa-rasanya kalo buruhnya tidak nyaman, pemerintah gak nyaman, pengusahanya gak nyaman, ada yang keliru," kata Ganjar.

Lebih lanjut, dia mengklaim akan mengajak semua pemangku kepentingan untuk berdialog dan menyepakati kemudian disiapkan regulasinya. Tidak hanya itu, dia juga mengakui Ia telah menyampaikan kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia untuk duduk bersama mengkaji kembali UU Cipta Kerja.

"Kondisi sosiologisnya bisa kita baca terlebih dulu, sehingga kita bisa siapkan regulasi," tutur Ganjar.

"Rasanya kita harus duduk bersama untuk meninjau ulang, apakah kita akan gunakan rezim pengusaha, rezim pengupahan, atau yang lain," tambah Ganjar.

Sementara itu, dia mengklaim akan memperjuangkan buruh agar hidup lebih baik. Salah satunya dengan menyiapkan perumahan, memastikan akses pendidikan dan jaminan kesehatan.

"Praktik saya waktu itu kita dorong dengan subsidi di transportasi, kita siapkan perumahan untuk buruh, memastikan akses pendidikan dan kesehatan terjamin. Maka kalau empat komponen ini bisa, maka buruh akan terbantu," ungkap Ganjar.