News - Fungsi literasi dan numerasi dalam instrumen asesmen nasional atau ANBK penting untuk dipahami oleh para guru. Dengan begitu, para guru bisa mengetahui ihwal mengapa yang diukur dalam asesmen nasional adalah literasi dan numerasi.

ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) diselenggarakan dengan menggunakan tiga instrumen. Tiga instrumen ANBK itu adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Literasi dan Numerasi merupakan komponen utama dalam AKM. Sebagai komponen AKM, dua kompetensi itu juga disebut sebagai Literasi Membaca dan Literasi Numerasi.

Kompetensi literasi membaca dan literasi numerasi menentukan kecakapan peserta didik dalam belajar. Dua kompetensi itu dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan logis-sistematis, bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan, sekaligus keterampilan memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara kritis.

Fungsi Literasi dan Numerasi dalam Instrumen ANBK

Setiap instrumen dalam ANBK memiliki fungsi masing-masing, termasuk literasi membaca dan literasi numerasi yang menjadi komponen AKM (Asesmen Kompetensi Minimum).

Secara umum, AKM Literasi dan Numerasi dalam instrumen Asesmen Nasional mengukur kompetensi dasar peserta didik di pertengahan jenjang pendidikan, mulai dari kelas 4 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA.

Hasil asesmen tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa, sehingga permasalahan terkait mutu pendidikan nasional dapat terdeteksi sejak dini.

Dalam ANBK, kompetensi Literasi Membaca ialah kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks tertulis. Kompetensi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan kapasitas individu supaya mampu berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Sementara itu, kompetensi Literasi Numerasi (matematika) adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika guna menyelesaikan masalah sehari-hari berkaitan dengan berbagai konteks yang relevan.

Kompetensi literasi dan numerasi berguna untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari yang relevan, serta melibatkan kemampuan menganalisis informasi hingga berpikir secara kritis dan logis-sistematis.