News - Viral di media sosial seorang siswa SMA Nusa Tenggara Timur (NTT) dilarang ikut ujian karena menunggak biaya SPP Rp50.000. Melalui video yang beredar, siswi bernama Dian yang bersekolah di salah satu SMA Negeri di Maumere, menyebut dirinya tak boleh masuk ruang ujian.

Ketika ditanya apa alasan dirinya tak boleh ikut ujian adalah karena belum membayar biaya SPP. Dian juga menyebut bahwa orang tuanya belum punya uang saat itu dan berjanji akan melunasi pembayaran setelah ujian.

"Mama bilang kalau bisa ikut ujian saja dulu, nanti baru ujian habis atau tidak besok lusa baru bisa kasih uang," jelas siswi SMA itu.

Sayangnya, meskipun telah menyampaikan pesan tersebut pada pihak sekolah, Dian tetap tidak diizinkan mengikuti ujian. Video yang beredar ini lantas menerima berbagai komentar dari warganet yang mengkritik pihak sekolah.

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) turut angkat bicara terkait kasus siswa yang dilarang ikut ujian akibat belum melunasi uang sekolah.

Dilansir dari situs RRI, Wakil Sekjen PB PGRI Jejen Musfah, menyatakan bahwa peristiwa seperti ini sebaiknya tidak terjadi di sekolah negeri. Hal ini dikarenakan siswa-siswa telah dijamin oleh negara dan pemerintah daerah untuk menerima pendidikan gratis.

"Seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi di sekolah negeri, karena para siswa sudah dijamin oleh negara dan pemda mendapat pendidikan tanpa pungutan biaya apapun atau gratis. Sementara sekolah swasta memang mengandalkan biaya dari masyarakat," ujarnya dalam perbincangan di RRI Pro 3, Minggu (21/4/2024).