News - Investor asing yang berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) sampai hari ini masih nol besar. Hal ini tecermin dari porsi investor yang seluruhnya masih berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Nilainya bahkan tidak sampai Rp50 triliun.

Sejak 2023 hingga Januari 2024, investasi yang masuk ke IKN tercatat baru sebesar Rp47,5 triliun, yaitu dari sektor swasta Rp35,9 triliun dan sisanya dari sektor publik Rp11,6 triliun. Sementara targetnya adalah Rp 100 triliun hingga akhir tahun ini. Artinya realisasi investasi tersebut belum ada setengah dari target.

“Jadi kalau ditanya investasi di IKN itu ada atau tidak? Ada, semuanya dari PMDN untuk sementara,” kata Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Gedung Parlemen, Selasa (11/6/2024).

Bahlil menyebut, masuknya investor asing baru akan terjadi pada Agustus 2024 mendatang. Ini juga sambil menunggu pembangunan tahap I rampung seluruhnya.

Pembangunan tahap I IKN difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar yang meliputi penyediaan air minum, ketenagalistrikan, teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan persampahan dan air limbah, gedung-gedung sebagai sarana-prasarana dasar, hingga jalan lingkar utama.

“Asingnya kapan? Mereka sudah memulai komunikasi dengan kita kapan mereka bisa mulai, tapi kita katakan bahwa setelah tanggal 17 Agustus, karena infrastruktur di lingkaran kedua ini baru bisa clear,” jelas Bahlil.

Meski belum masuk dan infrastruktur IKN belum selesai 100 persen, Bahlil mengklaim sudah banyak investor asing yang menguhubunginya untuk menanyakan kapan mereka bisa menanamkan modalnya di IKN. Karena itu, pihaknya bersama Otorita IKN (OIKN) terus melakukan percepatan pembangunan tahap I IKN.

Dalam catatan Tirto, setidaknya sudah ada 300 letter of intent (LOI) atau surat minat asing untuk berinvestasi di Nusantara. Namun, belum ada satupun investasi riil asing yang nyangkut di Nusantara. Meski demikian, Presiden Jokowi tetap meyakini bahwa dari 300 LOI tersebut, setidaknya ada satu investasi asing terealisasi di IKN.

“Tapi dengan tumpukan LOI sebesar itu masa satu aja nggak ada," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Usaha keras Jokowi untuk menarik investasi asing memang ditunjukan secara serius. Dalam beberapa kegiatan internasional, ia selalu membawa narasi pembangunan ibu kota baru seraya melakukan promosi.

Pada saat forum APEC CEO Summit di San Francisco, Amerika Serikat, Kamis (16/11/2023) lalu misalnya, Jokowi mengajak peserta untuk berinvestasi di pembangunan IKN. Ia menjelaskan bahwa dalam proyek IKN memiliki potensi investasi yang terbuka dalam sejumlah sektor.

Tidak hanya itu, dalam KTT Khusus ASEAN-Australia di Melbourne, Australia, Jokowi juga mempromosikan IKN. Eks Wali Kota Solo itu mengajak PM Australia, Anthony Albanese, dan perdana menteri lainnya untuk investasi di IKN.

"Setiap bertemu dengan perdana menteri, dengan presiden siapa pun selalu itu saya sampaikan," kata Jokowi.

Keinginan Jokowi untuk berkantor dan melakukan upacara 17 Agustus di IKN juga bisa dibaca sebagai langkah untuk meyakinkan investor asing. Tentu, harapannya keseriusan pemerintah dalam pembangunan ibu kota baru ini secara bersamaan diikuti dengan masuknya investasi baik dari dalam negeri maupun asing.

Jokowi bahkan mengangkat kembali Bambang Susantono menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional Pembangunan IKN. Pengangkatan mantan Kepala Otorita IKN tersebut diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 39/M Tahun 2024.

Bambang Susantono mempunyai tugas mendorong masuknya investasi asing di IKN, membantu pelaksanaan market sounding pembangunan IKN dalam pertemuan ekonomi bilateral maupun internasional, serta melaksanakan tugas lain yang berkaitan dengan kerja sama internasional pembangunan IKN yang diberikan oleh Jokowi.