News - Aksi reuni 212 gagal. Kalimat itu mungkin tepat jika mengacu pada situasi acara kegiatan dengan keinginan panitia untuk menggelar acara reuni 212 lewat tema #aksisuperdamai pada Kamis (2/12/2021).

Pertama, rencana kegiatan #aksisuperdamai di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat tidak terealisasi karena massa tidak mampu menembus lokasi yang dijaga ketat aparat. Massa yang berusaha berkumpul justru diputar balik hingga dipulangkan.

Dalam catatan Tirto, massa dicegat di berbagai titik, salah satunya di Tanah Abang. Massa tidak bisa mendekat ke Patung Kuda dan tertahan di daerah Tanah Abang karena polisi berupaya mencegah kelompok 212 bergerak ke Patung Kuda maupun Monas. Pada akhirnya, aksi super damai digelar di daerah Tanah Abang.

Dalam skenario aparat kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas demi mencegah kerumunan. Polisi pun melakukan imbauan kepada peserta agar tidak menggelar aksi. Jika melanggar, polisi akan memproses secara hukum. Mereka akan menjerat dengan Pasal 212-218 KUHP dan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Polisi mengklaim sekitar 500 peserta aksi dipulangkan dan tidak ada yang ditangkap.

Selain itu, kegiatan kedua reuni 212 di Masjid Azzikra, Bogor tidak berjalan sesuai rencana. Pihak pengelola Yayasan Azzikra menolak kedatangan massa reuni 212 sebelum acara digelar. Hal itu terungkap lewat pernyataan resmi yayasan yang menolak kehadiran massa karena masih berduka atas kepergian putra kedua almarhum Muhammad Arifin Ilham, yaitu Muhammad Ameer Adzzikra.