News - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta besikeras untuk mengusung Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, sebagai bakal calon gubernur (cagub) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menegaskan, Partai Demokrat tetap mengusung Heru Budi Hartono karena dinilai memenuhi kriteria sebagai Cagub DKI Jakarta.

"Kan tanggung jawabnya tanggung jawab institusi. Enggak mungkin saya asal ngomong. Yang pasti, beliau [Heru Budi] masuk dalam kriteria yang kami harapkan, ada tujuh kriteria," tuturnya kepada awak media, Rabu (10/7/2024).

Menurut Mujiyono, DPD Partai Demokrat DKI Jakarta boleh mengusung kadernya sendiri maupun tokoh non-kader sebagai Cagub DKI Jakarta 2024. Pria kelahiran 1968 ini menuturkan, partai berlambang mercy itu memperoleh kursi yang cukup banyak dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD DKI Jakarta 2024.

Sebagai catatan, jumlah kursi Partai Demokrat di Pileg DPRD DKI Jakarta 2024 diperkirakan 8 kursi. Angka ini lebih rendah daripada perolehan kursi Partai Demokrat pada 2019 yang mencapai 10 kursi. Oleh karena itu, DPD Partai Demokrat DKI menggaungkan sejumlah nama, termasuk nama Heru Budi sebagai Cagub DKI 2024.

Di satu sisi, pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Timur itu tidak memungkiri fakta bahwa Heru Budi harus mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS), jika hendak mencalonkan diri dalam Pilkada DKI 2024.

"Ya, sudah komunikasi [ke Heru Budi terkait pengusulan tersebut]. Memang harus mundur dari PNS, kan persyaratannya begitu," kata Mujiyono.

Namun, Mujiyono mengaku belum menyerahkan rekomendasi nama Heru Budi sebagai Cagub DKI Jakarta 2024 kepada DPP Demokrat. Ia beralasan, DPD Partai Demokrat DKI Jakarta masih diberi keleluasaan untuk memilih nama tokoh sebagai cagub DKI 2024.

"DPP [Demokrat] masih memberikan kita kebebasan untuk melakukan komunikasi seluas-luasnya," tutur dia.