News - Ringkasan eksekutif adalah rangkuman singkat dari suatu rencana bisnis atau dokumen yang akan disampaikan kepada berbagai pihak, seperti investor, pemberi pinjaman, atau stakeholders terkait dengan suatu proyek.

Ringkasan eksekutif atau executive summary berbeda dengan abstrak. Abstrak memberi pembaca kilas pandang dan orientasi, sedangkan ringkasan eksekutif lebih memberikan ikhtisar pada pembacaan.

Fungsi utama dari ringkasan eksekutif yakni menyederhanakan informasi kompleks, memberikan gambaran singkat, dan menjawab pertanyaan mengenai esensi dari rencana bisnis tersebut.

Selain itu, ringkasan eksekutif juga berperan sebagai panduan untuk pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan, seperti investor atau pemberi pinjaman.

Penggunaan ringkasan eksekutif mencakup berbagai jenis dokumen, seperti riset, studi lingkungan, survei pasar, bisnis dan rencana proyek. Untuk memahami lebih lanjut tentang executive summary, simak contoh ringkasan eksekutif berikut.

Contoh Ringkasan Eksekutif Bisnis Plan

Contoh ringkasan eksekutif bisnis plan berikut merupakan bagian dari rencana bisnis berjudul "Bisnis Keju “Cattle Cheese” di Surabaya" oleh Hariyanto Prasetyo Siantar.

Dikutip dari Calyptra: Jurnal Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.3 No. 1 (2014), berikut ini contoh ringkasan eksekutif bisnis plan.

Perusahaan yang akan dijalankan adalah UD.Indo Keju, beroperasi di sektor industri makanan dan minuman. UD.Indo Keju merupakan badan usaha yang baru akan didirikan. Fokus produksi adalah pada produk olahan susu dengan merek "Cattle Cheese".

Pendirian "Cattle Cheese" bertujuan untuk menyediakan ragam keju yang kurang umum di pasaran Indonesia, seperti mozzarella, provolone, camembert, dan ricotta.

Selain itu, tujuan lainnya melibatkan peningkatan kesejahteraan karyawan dan pencapaian keuntungan. Struktur bisnis yang dipilih untuk UD.Indo Keju adalah bentuk perseorangan.

Adanya perubahan tren dan gaya hidup, terutama di kota besar, di mana generasi muda lebih cenderung mengonsumsi makanan cepat saji dan western food, menjadi pendorong perkembangan produk-produk keju.

Mengakui peluang tersebut, "Cattle Cheese" hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan memfokuskan pada jenis keju yang jarang diproduksi di Indonesia, seperti mozzarella, provolone, camembert, dan ricotta.

"Cattle Cheese" mengadopsi dua strategi utama, yaitu product development dan market penetration. Dengan berfokus pada market penetration sebagai strategi utama, "Cattle Cheese" bertujuan mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Dari analisis keuangan selama periode 5 tahun, diperoleh Nilai Present Value (NPV) sebesar 1.034.446.613,08 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 82,34%. Payback period proyek ini terhitung selama 1 tahun 7 bulan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa proyek bisnis keju ini layak untuk dilaksanakan.

Contoh Ringkasan Eksekutif Proposal Usaha

Contoh ringkasan eksekutif proposal memulai usaha ini dibuat oleh Pradipta Arif Eko Isnanda yang akan mendirikan usaha bernama BOSTEA singkatan dari bolu kukus greentea. Berikut ini contoh ringkasan eksekutif proposal usaha.

Proposal pendirian usaha Bostea mencakup strategi modifikasi pada salah satu hidangan yang umum disajikan dalam berbagai acara.

Bolu, sebagai jenis kue yang familiar di masyarakat Indonesia, menjadi fokus utama dalam inovasi ini, dihidangkan baik dalam acara formal maupun informal.

Melihat potensi pangsa pasar yang tinggi, Bostea memperlihatkan peluang bisnis yang besar.

Usaha ini berkomitmen untuk selalu memberikan keunggulan melalui berbagai pendekatan, seperti penetapan harga yang kompetitif, penekanan pada kualitas, dan terus berinovasi dalam proses produksi.

Harapannya, Bolu Kukus Greentea dapat beroperasi dengan sukses, memberikan prospek yang positif, dan tetap mempertahankan serta mengembangkan inovasi pada makanan tradisional Nusantara.

Berdasarkan hasil analisis kelayakan usaha yang menggunakan metode Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return, dapat disimpulkan bahwa Bolu Kukus Greentea layak untuk dijalankan dan memiliki potensi bisnis yang menjanjikan untuk masa depan.

Contoh Ringkasan Eksekutif Laporan Penelitian

Ringkasan eksekutif dalam laporan penelitian mempunyai struktur yang mirip dengan ringkasan eksekutif dalam bisnis plan.

Susunan struktur yang umumnya digunakan dalam ringkasan eksekutif laporan penelitian mencakup pendahuluan, metodologi penelitian, hasil penelitian, kesimpulan, serta daftar pustaka.

Dalam pendahuluan terdapat pengantar singkat yang menjelaskan konteks penelitian, tujuan, dan relevansi penelitian.

Sementara pada metodologi penelitian, jelaskan secara singkat metode penelitian yang digunakan, seperti pendekatan studi kasus, analisis deskriptif, eksploratif, dan pendekatan triangulasi.

Setelah itu, terdapat hasil penelitian yang menggambarkan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi yang diperoleh dari penelitian tersebut.

Pada bagian akhir terdapat kesimpulan dari penelitian, termasuk implikasi temuan dan rekomendasi yang diusulkan.

Pemberian daftar pustaka dalam ringkasan eksekutif akan menambahkan jaminan keabsahan informasi yang diberikan sekaligus sebagai wujud pertanggungjawaban intelektual.

Untuk memahaminya, berikut ini disertakan link contoh ringkasan eksekutif laporan penelitian berjudul "Strategi Peningkatan Peranan Kopi Terhadap Perekonomian Daerah di Kabupaten Jember" (2013) oleh Joni Murti Mulyo Aji, dkk.

Link Contoh Ringkasan Eksekutif Laporan Penelitian