News - Alat musik melodis merupakan jenis alat musik yang menghasilkan nada dan melodi lebih merdu dan tertata. Bahkan, nada yang dihasilkan bisa beragam, seperti bisa sangat tinggi atau sangat rendah, hal ini juga bergantung pada cara memainkannya.

Biasanya alat musik melodis memiliki komponen yang kompleks. Sebab itu, mayoritas alat musik jenis melodis perlu latihan ekstra untuk mempelajarinya ketimbang alat musik ritmis.

Alat musik melodis banyak dimainkan secara tunggal atau solo, contohnya seperti permainan piano atau biola.

Bahkan, terdapat beragam jenis alat musik ini memiliki nama, bentuk dan cara memainkan yang berbeda, seperti alat musik melodis tiup termasuk saksofon atau suling.

Serta alat musik melodis petik, seperti gitar dan kecapi, alat musik melodis gesek yakni biola dan alat musik melodis pukul contohnya kolintang.

Contoh Alat Musik Melodis: Cara Memainkan dan Sumber Bunyinya

Berikut ini 10 contoh alat musik melodis dengan cara memainkan dan sumber bunyinya, seperti dikutip laman Gramediadan PMPK Kemendikbud:

1. Angklung

Alat musik khas masyarakat Jawa Barat ini berbentuk bilah-bilah bambu yang biasanya terbuat dari jenis bambu hitam dan bambu buluh jawa atau bambu ater yang mudah dijumpai di banyak wilayah Jawa.

Angklung memiliki ukuran kecil hingga besar dan tersusun dalam satu bingkai. Dapat menghasilkan suara, saat bambu tersebut digoyangkan dan masing-masing menghasilkan nada berbeda.

Pada era penjajahan Belanda, angklung dimainkan sebagai instrumen untuk menggugah semangat melawan penjajahan.

Dikarenakan, alat musik ini sempat dilarang oleh pemerintah Belanda dan hanya eksis di kalangan anak-anak kecil saja.

Seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa jenis Angklung, khususnya pada masyarakat suku Baduy, yang hanya dimainkan saat ritual khusus saat periode menanam padi. Bahkan terdapat pantangan untuk tidak memainkannya pada waktu-waktu tertentu.

Kini, angklung sudah terkenal hingga mancanegara dan menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia, sebagai perdamaian dunia.

2. Suling

Suling merupakan salah satu alat musik melodis berbahan bambu lainnya dari Jawa Barat, dengan berbentuk memanjang, dan memiliki ukuran sekitar 30 cm.

Pada bagian badan suling, terdapat lubang-lubang yang berfungsi mengatur nada. Lalu, cara memainkannya yaitu dengan meniupkan udara melalui mulut Suling, selanjutnya udara akan membentur dinding bagian dalam suling dan beresonansi menghasilkan suara yang merdu.

Biasanya suling dipakai sebagai salah satu instrumen dalam gamelan. Namun dalam masyarakat Sunda, suling dimainkan sebagai instrumen tunggal.

Sedangkan dalam periode perkembangan musik di Indonesia, alat musik ini kerap dipakai sebagai pengiring dalam lagu-lagu genre dangdut.

Kini suling terdapat dalam bentuk yang lebih modern, yaitu terbuat dari bahan logam perak.

3. Kecapi

Kecapi merupakn alat musik petik tradisional Indonesia. Bentuknya menyerupai trapesium dan bagian atasnya terdapat beberapa dawai yang bagian ujungnya diikat pada sekrup kecil di bagian kanan atas.

Oleh masyarakat sunda, kecapi biasanya berbentuk menyerupai perahu, yang di mana bagian lubang resonansinya berada di bagian bawah.

Alat musik ini biasanya dipakai sebagai pengiring utama dalam orkes sunda seperti pentas Mamaos Cianjuran. Namun seiring berkembangnya genre musik, Kecapi juga sering dipakai untuk mengiringi musik-musik pop.

Sedangkan pada sebuah instrumen, kecapi tradisional biasanya terdiri dari berukuran besar atau kecapi indung dan berukuran kecil atau kecapi rincik.

4. Kolintang

Alat musik tradisional ini dimainkan dengan cara memukuk pada bagian permukaan kayu, biasanya dengan bantuan stick yang terbuat dari kayu.

Permukaan Kolintang terdiri dari sejumlah bilah kayu, biasanya terbuat dari kayu telur atau kayu waru, dengan ukuran panjang berbeda dan disusun di atas sebuah rak. Saat dipukul, setiap bilah kayu menghasilkan suara yang berbeda.

Alat musik Kolintang menjadi salah satu identitas dari masyarakat suku Minahasa di Sulawesi Utara. Sebab, pada zaman dahulu, alat musik ini dipakai sebagai instrumen dalam ritual keagamaan untuk menyembah Tuhan.

Namun kini, kolintang dipakai sebagai instrumen musik dalam pertunjukan tari atau instrumen musik tunggal.

5. Sasando

Sasando adalah alat musik tradisional petik yang memiliki bentuk unik. Bagian utamanya, yaitu sebuah tabung bambu, yang di bagian badannya memanjang sejumlah dawai.

Sedangkan pada bagian luar, terdapat anyaman daun lontar berbentuk melengkung yang berfungsi sebagai tempat resonansi suara saat dawai dipetik.

Alat musik ini, berasal dari masyarakat di pulau Rote, NTT. Diperkirakan telah dipakai sejak abad ke-7. Sasando memiliki fungsi diantaranya sebagai pengiring acara hiburan, dan mengiringi tari atau perayaan tertentu.

Seiring berkembangnya waktu, sasando mulai merambah elektrifikasi agar suara yang dihasilkan lebih besar.

6. Piano

Alat musik melodis modern paling ikonik, dengan berukuran besar dan biasanya memiliki tiga buah kaki sebagai penyangga bagian badannya.

Alat musik ini dimainkan dengan cara menekan pada bagian tuts Piano umumnya berjumlah 88 buah. Pada bagian dalam badan terdapat palu-palu yang terhubung tiap tuts, selanjutnya akan memukul senar pada piano tiap kali tuts ditekan. Getaran dari senar inilah beresonansi menghasilkan suara dari Piano.

Adapun piano modern, biasanya dibuat dari bahan logam yang berat. Selain sebagai bagian dalam instrumen orkestra, piano juga dipakai sebagai pengiring lagu bergenre pop dan jazz.

7. Biola

Biola merupakan salah satu alat musik melodis yang memiliki dawai. Yang dimainkan dengan cara menggesekkan bow atau busur biola ke bagian dawai.

Pada biola terdapat empat jenis nada (G-D-A-E) akan menghasilkan frekuensi berbeda, mulai dari yang terendah G dan tertinggi E. Setiap dawai inilah, memiliki sekrup untuk mengatur kelonggaran senar, bagian ini dinamakan pasak penyetel.

Menurut sejarah, penemuan biola memiliki kaitan erat dengan jenis alat musik gesek yang berkembang di masyarakat Asia Tengah terutama bangsa Mongol.

Kemudian, alat musik ini berkembang di Eropa terutama di kota-kota bagian utara Italia dan menjadi salah satu instrumen panggung orkestra di abad klasik.

Pada saat ini, biola masih menjadi instrumen penting dalam musik orkestra, serta digunakan sebagai pengiring untuk genre musik pop, jazz hingga musik rakyat Indonesia Keroncong.

8. Gitar

Gitar memiliki enam buah dawai yang tiap dawai bisa menghasilkan nada yang berbeda. Alat musik ini dimainkan dengan cara memetik dawai secara langsung, maupun dengan bantuan benda khusus yang disebut plektrum.

Berbagai jenis gitar yang banyak dipakai orang, seperti gitar akustik, dan gitar listrik. Secara fisik keduanya bisa dibedakan pada ada tidaknya lubang resonansi di bagian badan gitar.

Seiring waktu, alat musik ini bahkan populer di Eropa khususnya Spanyol. Kemudian lambat laun berevolusi menjadi gitar yang dikenal saat ini. Fungsinya masih sama, yakni sebagai pengiring berbagai macam genre musik.

9. Akordeon

Alat musik unik yang berbentuk menyerupai piano memiliki sejumlah tuts pengatur nada, namun perbedaannya akordeon tidak memiliki dawai melainkan sebuah katup untuk mengatur sirkulasi udara agar menghasilkan bunyi. Keunikan lainnya, alat musik ini dimainkan dengan cara digendong.

Alat musik ini pertama muncul di Eropa sekitar permulaan abad ke-19, yang membuat Akordeon semakin populer, dan seiring waktu turut dipakai sebagai pengiring genre musik jazz dan pop kontemporer.

Selain itu, pengaruhnya turut masuk ke Indonesia khususnya masyarakat Melayu. Termasuk sebagai pengiring lagu-lagu Melayu bagi penduduk di Sumatera Selatan.

10. Saksofon

Saksofon memiliki bentuk mirip terompet, yang terbuat dari bahan logam kuningan khususnya pada bagian badan. Saksofon lebih akrab dikategorisasikan sebagai alat musik tiup kayu.

Saksofon memiliki sejumlah tombol-tombol kunci , yang berfungsi mengatur suara yang dihasilkan. Umumnya, dipakai sebagai salah satu instrumen dalam orkestra.

Kini, saksofon mulai diadopsi ke dalam instrumen musik kontemporer sebagai pengiring lagu-lagu bergenre jazz atau pun pop.