News - Haid atau menstruasi adalah proses ketika dinding rahim luruh lalu mengeluarkan darah melalui vagina. Rata-rata perempuan di Indonesia mengalaminya pertama kali pada usia 13 tahun awal.

Menurut Jurnal Kesehatan Reproduksi, menstruasi umumnya datang sebulan (21-35 hari) sekali, selama 2-5 hari. Siklus ini dapat datang lebih lama atau lebih cepat, terutama jika terjadi gangguan haid yang menyebabkan siklus haid tidak lancar.

Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengetahui cara memperlancar haid. Pemahaman tentang penyebab haid tidak lancar juga tak kalah penting. Berikut beberapa penyebab gangguan haid yang umum terjadi:

  1. Gaya hidup kurang sehat
  2. Penggunaan alat kontrasepsi
  3. Mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  4. Mengalami gangguan di kelenjar tiroid
  5. Mendekati masa menopause
Setelah mengetahui penyebabnya, para perempuan dapat mencermati gangguan haid yang jamak terjadi. Simak ulasannya, termasuk cara cara memperlancar haid, di artikel berikut.

Gangguan saat Haid yang Umum Terjadi

Siklus haid dapat berbeda-beda bagi masing-masing orang. Bahkan, satu orang saja bisa mengalami siklus yang berbeda seiring waktu. Hal ini sebenarnya normal. Namun, mesti diperhatikan dan diperiksakan lebih lanjut apabila ada masalah yang mengganggu.

Kurangnya pengetahuan mengenai menstruasi mengakibatkan perempuan mengalami penderitaan menahun tanpa perawatan. Pengetahuan yang dimaksud di sini termasuk wawasan tentang penyebab dan cara mengatasi haid tidak lancar. Berikut adalah beberapa kondisi dan gangguan haid yang umum terjadi, merujuk pada informasi dari United Nations Population Fund (UNFPA):

1. Dismenore

Dismenore atau yang akrab dikenal sebagai nyeri haid merupakan salah satu keluhan umum yang dialami oleh wanita. Dismenore umumnya dirasakan sebagai nyeri panggul, perut atau punggung. Kondisi ini menjadi masalah ginekologi utama yang menghambat aktivitas produktif.

2. Menorrhagia

Haid tidak lancar juga mengindikasikan adanya gangguan serius. Salah satunya menorrhagia, pendarahan hebat tidak normal yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat menunjukkan ketidakseimbangan hormon atau masalah sejenis.

3. Anemia Defisiensi Besi

Gangguan haid berikutnya adalah Anemia Defisiensi Besi kronis, yakni jenis anemia yang disebabkan karena kandungan zat besi kurang. Kondisi ini dapat berbuntut menjadi komplikasi berbahaya saat hamil dan masalah fisiologis.

4. PMS dan Gangguan Disforik Pramenstruasi

Tak hanya fisik, perubahan hormonal pada siklus haid juga memengaruhi emosional, seperti kecemasan hingga depresi. Gejala fisik dan emosional ini umum dikenal sebagai Sindrom Pramenstruasi (PMS). Apabila gejala tersebut semakin parah dan berpotensi pada kelumpuhan, umumnya dikenal sebagai gangguan disforik pramenstruasi.

5. Endometriosis dan Fibroid

Rasa sakit yang luar biasa atau pendarahan berlebihan yang dirasakan oleh wanita saat haid dapat mengindikasikan masalah reproduksi, seperti endometriosis dan fibroid. Endometriosis adalah lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim. Sementara itu, fibroid adalah kondisi munculnya benjolan di dalam rahim.