News - Air radiator sangat penting keberadaannya bagi sebuah mesin mobil. Suhu panas dari pembakaran di dalam mesin, akan distabilkan oleh cairan tersebut. Lalu, bagaimana cara cek air radiator mobil untuk mengetahui kenormalan fungsinya?

Salah satu hal yang perlu dipastikan dari air radiator yaitu volumenya. Kehabisan air radiator akan menimbulkan sejumlah gejala tidak normal pada kinerja mesin sampai AC. Suhu mesin pun akan lebih panas.

Tanda air radiator berkurang banyak di antaranya suara mesin kasar, AC tidak dingin, dan indikator suhu mesin beranjak ke arah merah. Selain itu, apabila mesin sudah terlalu panas bisa muncul uap air dari kap mesin. Mesin pun menjadi tidak bertenaga meski sudah dipacu pada putaran tinggi.

Lalu seperti apa ciri air radiator mobil yang normal?

Ciri-Ciri Radiator Mobil yang Normal

Ciri radiator mobil normal bisa diketahui dari pengamatan fisik pada kendaraan. Jika mobil cenderung tidak mengalami kendala pada mesin, termasuk performanya, kemungkinan radiator masih berfungsi dengan baik. Alasannya, saat radiator mengalami masalah, sejumlah penurunan fungsi terjadi pada beberapa komponen.

Cara cek radiator mobil normal atau tidak bisa dilihat pada beberapa indikator berikut:

1. Kinerja mesin mobil berjalan optimal

Jika radiator dalam keadaan baik, mesin mobil mampu dipacu dengan optimal pada keadaan apa pun termasuk saat muncul perbedaan suhu. Jarum indikator suhu cenderung memperlihatkan kestabilan sewaktu mesin dinyalakan. Suhu normal air radiator mobil berkisar antara 85-90 °C dengan toleransi 2 °C.

2. Tidak ada sumbatan pada radiator

Radiator normal tidak memiliki sumbatan akibat banyaknya kotoran di dalamnya. Jika ditemukan kotoran, sebaiknya segera kuras air radiator sampai semua yang berpotensi menyumbat keluar. Setelah itu, masukkan air radiator baru agar fungsinya kembali baik.

3. Kisi-kisi radiator tampak bersih

Kisi-kisi yang kotor akan mempengaruhi fungsi radiator. Kotoran membuat pertukaran udara terhambat sehingga suhu panas tidak bisa dikeluarkan maksimal. Pembersihan kisi-kisi menjadi solusi utamanya.

4. Sirkulasi air radiator berjalan baik

Selain sirkulasi udara yang harus dijaga baik, aliran air radiator juga perlu dipastikan lancar. Cara mengeceknya dengan membuka tutup radiator sewaktu mesin dinyalakan. Jika radiator normal, cairan di dalamnya terjadi pergerakan tanpa hambatan.

5. Jumlah air radiator tampak stabil

Volume air radiator yang stabil menjadi ciri radiator mobil normal. Radiator tidak terlihat kering. Dengan begitu, suhu normal radiator mobil dapat dipertahankan pada waktu mesin mobil dijalankan.

Cara Cek Air Radiator Mobil dan Mengisinya

Air radiator perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala. Cairan di dalamya tidak boleh sampai kurang, atau kehabisan. Radiator yang sampai kering dari cairan pendingin bisa berakibat buruk pada mesin dan komponen lainnya.

Cara cek air radiator mobil paling mudah dengan melihat indikatornya pada dasbor, atau melakukan pemeriksaan langsung dengan membuka kap mesin. Lakukan pemeriksaan ketinggian air di tabung cadangan air radiator. Pengecekan berkala air radiator disarankan setiap satu minggu sekali.

Panduan cek air radiator mobil dengan melihat langsung, bisa menggunakan langkah di bawah ini termasuk untuk saran penggantian air pendinginnya:

  • Angkat kap mesin mobil dengan sebelumnya menarik tuas pengunci di sisi setir.
  • Usai kap mobil terbuka, lakukan pemeriksaan ketinggian air pendingin pada tabung cadangan air radiator. Cara cek air radiator mobil dengan membuka tutup pipa atau hanya melihatnya saja.
  • Ketinggian air radiator perlu dipastikan berada di batas maksimalnya. Jika sampai kurang perlu dilakukan penambahan cairan.
  • Jika ingin mengisi air radiator, hindari melakukannya sewaktu keadaan mesin masih panas. Tidak disarankan pula membuka tutup radiator pada suhu mesin tinggi.
  • Waktu yang dianjurkan untuk pengisian air radiator yaitu pagi hari saat mesin dingin dan belum dinyalakan . Pengisian hanya dilakukan pada tabung atau tangki cadangan.

Kapan Waktu untuk Ganti Radiator Mobil?

Air radiator atau disebut pula dengan coolant radiator perlu diganti secara berkala. Coolant radiator yang masih baru cukup optimal untuk menyetabilkan suhu mesin. Suhu mesin saat terbakar bisa mencapai ribuan derajat celcius.

Cairan pendingin ini akan selalu berputar di sistem radiator ketika mesin dijalankan. Dengan bantuan kipas radiator, suhu akan terus distabilkan termasuk yang ada di head blok mesin.

Air radiator ini juga perlu dilakukan berkala. Sebagian orang akan menggantinya dengan berpatokan pada perubahan warna yang muncul pada cairan radiator. Hanya saja, kekurangan cara ini yaitu apabila warna cairan tetap sama dalam kurun waktu tertentu, mungkin agak terlambat penggantiannya.

Ada cara lain cek air radiator mobil jika sudah waktunya diganti. Sebagian orang memberikan rekomendasi untuk mengganti cairan setiap 40.000 kilometer. Namun, ada pula yang merekomendasikan jika kendaraan sudah digunakan sampai 70.000 kilometer.

Sebagai jalan tengah, upayakan untuk mengganti air radiator dengan yang baru dalam batasan dari 40.000 sampai 70.000 kilometer. Penggantian secara rutin akan senantiasa membuat kinerja mesin selalu prima dan terhindar dari kerusakan.