News - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebut bahwa penanganan banjir di DKI Jakarta saat ini sudah jauh lebih baik. Hal ini tidak lepas dari berbagai upaya penanganan dilakukan sejumlah stakeholders terkait.

"Menurut saya ya, kalau saya bandingkan dengan 10-15 tahun lalu sekarang penanganan genangan banjir di DKI Jakarta jauh lebih baik," kata Isnawa saat ditemui sela-sela acara Peran Jakarta Tangguh, di Season City Mall, Jakarta, Sabtu (15/6/2024).

Isnawa mengatakan, dari hasil pemantauan di seluruh titik banjir Jakarta seluruh genangan-genangan air berada di ruas jalan saat ini cepat surut. Bahkan, kata dia, jarang sekali ditemui genangan banjir sampai hitungan berhari-hari.

"Saya punya tim reaksi cepat di DKI. Saya memantau benar memang ada genangan 15 cm dan cepat surut," kata dia.

Namun, kata Isnawa, hal ini berbeda kalau seandainya ketinggian kali sungai yang terdampak di kawasan bantaran kali. Sebab, jika di Bendungan Katulampa tinggi, otomatis ada daerah-daerah bantaran kali sungai yang akan terendam banjir.

"Karena mereka menempel dengan aliran sungai. Berbeda dengan kawasan di tengah kota yang mungkin karena salurannya tersumbat ada genangan. Tapi pada saat surut sudah selesai," kata dia.

Untuk diketahui, sebagai antisipasi banjir Pemprov DKI pada 2024 ini menyiapkan lima polder atau pompa yang sedang dibangun dan dua lokasi pompa stasioner direvitalisasi. Adapun lima polder/pompa yang sedang dibangun ialah polder/pompa Sunter C, polder/pompa Gaya Motor, polder/pompa Kali Sepatan (KBN/Kawasan Berikat Nusantara), polder/pompa IKPN (Ikatan Koperasi Pegawai Negeri), serta polder/pompa RW 13 Greenville.

Sedangkan dua pompa stasioner yang tengah direvitalisasi berada di Jalan Tanjung Duren Raya-Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, dan Taman BMW, Jakarta Utara. Kemudian, terdapat delapan waduk/embung yang dibangun, dengan rincian enam waduk/embung merupakan pembangunan lanjutan serta dua lainnya merupakan waduk/embung baru.