News - Mulanya Audi, lalu Porsche, lalu Audi lagi. Pada akhirnya, komitmen Audi untuk terjun ke ajang balap Formula One (F1) bukan bualan belaka. Pertengahan Maret silam, Audi mengumumkan bakal mengambil alih kepemilikan Sauber Group sepenuhnya untuk berlaga di F1 mulai musim balap 2026.

Pertanyaannya, kenapa sempat ada nama Porsche di pusaran rumor tentang masuknya Audi di F1?

Kabar bakal masuknya Audi ke F1 sudah diumumkan sejak 2022 lalu. Kala itu, mereka menyatakan komitmen untuk menjadi penyuplai mesin bagi tim Sauber. Namun, seiring berjalannya waktu, proyek F1 milik pabrikan Jerman itu menemui kendala serius. Yakni, ketika CEO Markus Duesmann yang berperan membawa Audi masuk ke F1 keluar dari perusahaan.

Celakanya, pengganti Duesmann di Audi, Gernot Doellner, tidak terlalu antusias dengan proyek F1 tersebut. Bahkan, menurut sumber internal Audi seperti diwartakan Sports Illustrated, Doellner malah sempat berniat menarik Audi dari F1.

Meski demikian, ketidakjelasan sikap Audi itu tidak membuat Volkswagen (VW) selaku perusahaan induk menyerah begitu saja. Di titik inilah nama Porsche kemudian masuk ke dalam perbincangan. Sebagai jenama yang juga bernaung di bawah payung VW, Porsche sempat "ditugaskan" untuk menjadi pengganti Audi di F1.

Porsche sendiri sebelumnya telah melakukan penjajakan untuk terjun ke F1 dengan mendekati tim Red Bull yang selama ini sukses besar bersama Honda. Jabat tangan bahkan konon sudah dilakukan antara pihak Porsche dan Red Bull. Akan tetapi, kubu Red Bull belakangan menarik diri dari perjanjian. Alasannya, seturut pemberitaan F1Briefings, diduga karena pihak Porsche terlalu banyak mau.

"Pembicaraan berjalan sangat baik. Sudah ada jabat tangan tentang partisipasi kami dalam tim, tetapi pada menit-menit terakhir kesepakatan itu tidak membuahkan hasil," ujar Fritz Enzinger, mantan Wakil Presiden Bidang Olahraga Porsche, tahun lalu.

Bagi VW atau Audi, terjun ke F1 saat ini adalah langkah yang masuk akal, terutama dari sisi marketing. F1 adalah olahraga kompetitif dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Siapa pun yang bisa masuk ke sana, apalagi kalau berprestasi, sudah barang tentu akan kecipratan cuannya. Citra jenama, angka penjualan, dan pendapatan berpotensi besar bakal terkerek.

Namun, Porsche rupanya punya cara beroperasi yang berbeda.