News - Batas wilayah setiap negara bisa dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, batas wilayah berdasarkan hukum/politik. Kedua, batas fisik yang ditentukan berdasar ketampakan bentang alam (kondisi geografis) antar-wilayah negara.

Batas wilayah negara bisa dimaknai sebagai pemisah unit regional geografis (fisik, sosial, budaya) yang dikuasai oleh suatu negara. Sri Hayati dan Ahmad Yani dalam Geografi Politik (2007:19) menjelaskan bahwa, secara politik, batas negara ialah garis kedaulatan yang meliputi wilayah daratan dan lautan beserta potensi alam di bawah perut buminya, serta ruang angkasa (udara).

Batas wilayah memiliki arti penting karena, sebagai pemisah satu daerah dan daerah lainnya, ia berkaitan dengan hak, kewenangan, dan tanggung jawab satu negara atas sebuah kawasan. Dalam konteks hubungan internasional, kedaulatan bermakna kekuasaan tertinggi yang dimiliki oleh suatu negara untuk menyelenggarakan pemerintahan secara penuh dan mandiri.

Batas negara bersifat dinamis karena menyangkut pengakuan dari dunia internasional. Garis batas wilayah yang diklaim oleh suatu negara bisa berubah jika muncul sengketa dengan negara lain, dan pihak pertama dinyatakan kalah oleh otoritas yang menanganinya, seperti Mahkamah Internasional. Hal yang sama berlaku pula untuk batas wilayah negara Indonesia.