News - Kopling merupakan salah satu komponen yang sangat penting pada mobil manual. Kecepatan mobil saat dikendarai juga dipengaruhi oleh komponen ini.

Jika tidak dirawat dengan benar, mobil akan mengalami gangguan saat dikendarai, mobil bisa berjalan sangat lambat atau bahkan tidak bisa berjalan sama sekali. Sehingga, Anda perlu mengetahui cara merawat kopling yang benar dan apa fungsi kopling sendiri.

Berikut beberapa fungsi lain dari kopling,

Fungsi kopling

  • Kopling berfungsi sebagai penghubung antara roda gigi transmisi dengan poros engkol. Tujuannya adalah supaya roda bagian belakang dapat bergerak.

  • Kopling juga berfungsi untuk menentukan tingkat kecepatan dari mesin sesuai kebutuhan pengendara.

  • Ketika melakukan perpindahan gigi, kopling akan menciptakan gerakan halus sehingga perubahan kecepatan dari kecepatan rendah ke tinggi berjalan mulus dengan cara mengangkat engine.

  • Kopling mampu menghentikan mobil tanpa perlu mematikan mesin.

  • Kopling juga membantu performa rem menjadi lebih baik, terutama saat pengendara mengharuskan menghentikan mobil secara mendadak.
Meski memiliki masa pakai dan harus diganti ketika sudah aus, Anda tetap perlu merawat kopling agar bisa berfungsi secara maksimal. Biasanya kopling mesti diganti setelah menempuh jarak 80.000 kilometer. Lantas, bagaimana cara merawat kopling?

Cara merawat kopling

  • Tidak menginjak kopling secara terus menerus. Dengan menginjak kopling terus menerus, akan mempengaruhi usia kopling, meski kaki kiri Anda hanya menempel pada pedal, ternyata kopling akan terkikis sedikit demi sedikit karena kaki Anda tetap menimbulkan tekanan meski hanya sedikit. Jika Anda terus melakukannya, kopling akan terus tergesek dan mempercepat aus.

  • Tidak menerjang banjir atau genangan air. Jika Anda nekat menerjang banjir, selain menyebabkan mobil mogok, kopling juga akan macet dan tidak berfungsi dengan baik. Sebaiknya tunggu air agak surut untuk melewatinya. Jika memang Anda terpaksa menerjang banjir, segeralah bawa mobil Anda untuk di service.

  • Gunakan kopling saat diperlukan saja. Tidak perlu terus menerus memainkan kopling, selain bikin kopling lekas aus, Anda juga akan lebih mudah lelah karena terus menerus menggunakan kaki kiri Anda. Gunaka kopling saat diperlukan saja. Jika berada di lampu merah, sebaiknya netralkan saja posisi giginya, sehingga Anda tidak perlu menginjak kopling terus menerus.

  • Gunakan rem tangan saat berada di tanjakan. Jika Anda melewati jalan tanjakan, sebaiknya gunakan rem tangan untuk menjaga agar mobil tetap diam dan tidak mati.

  • Gunakan gigi sesuai kecepatan. Sebaiknya gunakan gigi sesuai dengan kecepatan yang akan Anda gunakan. Jika Anda menggunakan gigi dengan asal-asalan, ini menyebabkan kampas kopling cepat aus.

  • Melepaskan kopling secara perlahan. Melepaskan kopling dengan terburu-buru atau kasar bisa menimbulkan gesekan keras pada kopling. Oleh karena itu, jika Anda hendak melepaskan kopling, lepaskanlah secara perlahan.

  • Gunakan rem untuk memperlambat kecepatan. Sebaiknya Anda gunakan rem dan kopling secara bergantian. Jangan menggunakan rem dan kopling secara bersamaan untuk memperlambat laju kendaraan.