News - Sholat (salat) jenazah merupakan salat yang dikerjakan dengan tujuan mendoakan muslim yang meninggal dunia, baik lelaki maupun perempuan, dewasa ataupun anak-anak.

Hukum menunaikan sholat jenazah adalah wajib kifayah, kewajiban yang pelaksanaannya bisa terpenuhi bisa sudah ditunaikan oleh sebagian kaum muslim. Namun, kalau sampai tidak ada yang melakukan sholat jenazah sama sekali terhadap seorang muslim yang meninggal, dosa ditanggung oleh seluruh umat Islam.

Salat jenazah telah dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau menunaikan salat jenazah atas kematian seorang sahabatnya. Berikut redaksi hadis tentang salat jenazah:

Dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu anhu, dia berkata, "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangkan seorang jenazah, agar beliau menyalatinya. Lantas beliau bertanya, ‘Apakah orang ini punya utang?' Mereka menjawab: 'Tidak' , maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan jenazah tersebut. Kemudian didatangkan jenazah yang lain. Beliau bertanya: 'Apakah dia punya utang?' Mereka menjawab: 'Ya'. Beliau berkata, ‘Salatkanlah sahabat kalian.’ Abu Qatadah berkata: 'Saya yang menanggung utangnya wahai Rasulullah.' Lalu beliau menyalatkan jenazah tersebut." (HR. Bukhari).

Syarat Sah Sholat Jenazah

Menukil buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (1976) yang ditulis Moh. Rifa'i, terdapat beberapa syarat sah sholat jenazah, yakni:

  1. Salat jenazah sama halnya dengan salat yang lain, yaitu harus menutup aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap kiblat.

  2. Mayat sudah dimandikan dan dikafani.

  3. Letak mayat sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau salat dilakukan di atas kubur atau salat gaib.